https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg

Pasar Bela Negara, Menjadi Ruang Positif Bagi Pelaku UMKM

https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg

KABUPATEN SLEMANKompassindonesianews.com Pasar Bela Negara (PBN) edisi ke -16 kembali digelar di lapangan Pemda Kabupaten Sleman, pada Jumat 21 November 2025.

Seperti biasa, kegiatan Pasar Bela Negara ini diselenggarakan oleh Kantor Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Sleman, dan bekerjasama dengan lembaga Carya Budhi Chantya ini terus menjadi pusat perhatian banyak orang karena konsisten mengangkat semangat kebangsaan sekaligus meberdayakan UMKM lokal.

Pada gelaran yang ke -16 kali ini, Kesbangpol Sleman mengundang Pj. Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sleman, Sigit Indarto, S.E.,M.Si, sebagai nara sumber utama dalam acara talkshow.

Dalam pemaparannya, Sigit memperkenalkan tagline baru Dinas Sosial Kabuoaten Sleman yakni ” Teko Susah Bali Bungah ” yang mencerminkan komitmen Dinas Sosial Sleman, untuk memberikan pelayanan yang membawa solusi dan kebahagian bagi masyarakat banyak. Ia menyebut, tagline ini dipilih sejalan dengan peran Dinas Sosial yang erat dengan isu pengentasan kemiskinan dan penanganan kebencanaan,” ungkap Sigit.

” Lebih lanjut, Sigit menyampaikan program – program strategis yang dimiliki Dinas Sosial sesuai segmen masyarakat, mulai dari kelompok miskin, kelompok rentan miskin, hingga kepemudaan. Dan salah satu program unggulan kami adalah PEDAS (Pejuang Ekonomi Muda Sleman) yang menyasar pemuda usia 18-35 tahun dari keluarga miskin atau rentan miskin.

Lebih lanjut, ia juga menerangkan melalui program ini peserta menerima bantuan modal usaha hingga Rp.3 juta untuk mendorong kemandirian ekonomi dan inovasi di kalangan generasi muda.

Dalam kesempatan yang sama, Sigit turut memberikan apresiasi setinggi – tingginya terhadap keberadaan Pasar Bela Negara. Menurutnya, kegiatan ini telah menjadi ruang positif bagi pelaku UMKM dan berbagai kelompok binaan.

Kami memastikan bahwa ke depan, para pelaku usaha mikro binaan Dinas Sosial Sleman akan ikut bergabung untuk memperluas akses pemasaran dan meningkatkan pengalaman berwirausaha.

” Selain fokus pada pemberdayaan sosial, Pasar Bela Negara juga menarik perhatian kalangan muda. Influencer muda Saviera Ajeng yang dikenal luas sebagai Mbak Jawa juga turut hadir dalam memeriahkan Pasar Bela Negara edisi ke -16 ini.

Dalam pantauan kami, Ajeng mempromosikan kekayaan kuliner tradisional yang dijual di Pasar Bela Negara ini, mulai dari apem, cucur, corobikang, besengek tempe benguk, geblek, mie jadul, dan lain – lainnya yang membuat selera ingin membeli semuanya.

Selain itu, Sigit juga menyampaikan bahwa pada 5 Desember 2025, Dinas Sosial Kabupaten Sleman akan berkolaborasi dengan Badan Kesbangpol Sleman dalam rangka peringatan Hari Disabilitas Internasional yang akan digelar bersamaan dengan agenda Pasar Bela Negara. Kolaborasi ini, diharapkan menjadi wujud nyata inklusivitas dan dukungan kepada penyandang disabilitas.

Dengan hadirnya narasumber inspiratif, keikutsertaan komunitas UMKM serta partisipasi influencer muda, Pasar Bela Negara kembali menunjukkan perannya sebagai ruang kolaboratif yang menggabungkan edukasi kebangsaan, pemberdayaan sosial, dan pelestarian budaya kuliner lokal,” tutupnya.(Joni)

NATAL-ANDI-SUHAY-II

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *