Kompassindonesianews.Com
BANYUWANGI – Tak semua pemimpin memilih berada di balik meja. Bagi Kombes Rama Samtama Putra, kehadiran langsung di lapangan adalah bentuk kepemimpinan yang paling nyata. Selama 1 tahun 3 bulan menjabat sebagai Kapolresta Banyuwangi, Rama dikenal sebagai perwira yang kerap turun langsung ke jalan, mengurai kemacetan, mengevakuasi korban kecelakaan, hingga memimpin penanganan bencana dan peristiwa besar di Bumi Blambangan.
“Mengatur lalu lintas, membantu korban, hingga berdiri bersama anggota di tengah hujan dan banjir, itu sudah menjadi bagian dari tugas. Satu teladan dengan turun langsung lebih baik daripada seribu perintah,” ujar Rama, Jumat (9/1/2026).
Masa pengabdian Rama di Banyuwangi kini mendekati akhir. Ia akan melanjutkan tugas sebagai Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirkrimsus) Polda Papua. Namun, jejak pengabdiannya meninggalkan kesan mendalam, baik bagi jajaran kepolisian maupun masyarakat.
Salah satu momen terberat yang dihadapi Rama adalah tragedi tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya. Peristiwa itu menuntut pengerahan seluruh sumber daya Polresta Banyuwangi, mulai dari misi penyelamatan dan pencarian korban, pengamanan lokasi, hingga pengaturan lalu lintas akibat kemacetan pascakejadian.
“Tugas terberat ya tragedi KMP Tunu. Semua tenaga dan pikiran kami curahkan. Soal kondusivitas, itu berkat peran aktif seluruh elemen masyarakat yang cinta Banyuwangi,” ungkapnya.
Selain penanganan tragedi, Rama juga memimpin pengamanan berbagai agenda penting, termasuk pelaksanaan Pilkada, event nasional hingga internasional, serta rangkaian kegiatan sport tourism yang menjadi andalan Banyuwangi. Seluruh agenda tersebut berjalan aman dan lancar.
“Alhamdulillah, mulai dari Pilkada hingga agenda-agenda besar lainnya dapat berlangsung dengan baik,” tambahnya.
Di luar tugas pengamanan, Rama menaruh perhatian besar pada reformasi internal Polresta Banyuwangi. Di bawah kepemimpinannya, institusi yang ia pimpin berhasil meraih predikat Zona Integritas Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (ZI WBBM), sebuah capaian yang ia sebut sebagai warisan sistem kerja, bukan sekadar penghargaan.
“Kalau kita mendapatkan predikat itu, saya lebih tenang meninggalkan Banyuwangi. Itu adalah legacy, sistem kerja yang harus terus berjalan,” katanya.
Untuk mencapai predikat tersebut, Rama mengakui tidak mudah. Ia melakukan perubahan menyeluruh, mulai dari budaya kerja, pola pikir, integritas personel, hingga pelayanan publik. Hasilnya, Polresta Banyuwangi juga menorehkan berbagai prestasi lain, seperti penghargaan Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK), inovasi Nasi Cawuk (Benah Situasi Ciptakan Wisata dan UMKM) dari Kementerian PAN-RB, finalis TOP Inovasi KIPP 2025, serta Pelayanan Prima Kelas A dari Kapolri.
“Penghargaan itu bukan tujuan akhir, tapi motivasi untuk terus bekerja lebih baik bagi institusi dan masyarakat,” ucapnya.
Kini, saat Rama bersiap meninggalkan Banyuwangi, yang tersisa bukan hanya catatan prestasi, tetapi juga teladan kepemimpinan. Dari jalanan hingga tragedi laut, ia telah membuktikan bahwa kepemimpinan yang hadir, bekerja, dan melayani adalah bentuk pengabdian yang paling dirasakan masyarakat. (Andi)
Dari Jalanan hingga Tragedi Laut: Jejak Pengabdian Kombes Rama di Banyuwangi
https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg
Baca Juga
Rekomendasi untuk kamu

Post Views: 137 Bekasi — KompassIndonesiaNews.com. Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Wartawan Online Indonesia DPP IWO…

Post Views: 137 Lebak,.– KompassIndonesiaNews.Com. Deklarasi dilaksanakan di Garut Jawa Barat di kantor Direktorat Pengurus…

Post Views: 137 Banten, KompassIndonesiaNews. Dalam semangat menyambut Dirgahayu ke-81 Republik Indonesia, Alumni Gontor Angkatan…

Post Views: 137 Depok, Kompassindonesianews.Com Proyek pembangunan dan penataan lingkungan Polres Metro Depok dengan nilai…

Post Views: 137 JAKARTA|Kompassindonesianews.com-Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas bersama Wakil Presiden Gibran…









