https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg
Berita  

Spiritual dan Budaya Bersinergi, Banyuwangi Teguhkan Persatuan

https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg

Kompassindonesianews.Com
BANYUWANGI – Suasana hangat dan penuh kebersamaan mewarnai kegiatan “Campur Sari Campur Ngaji Kanggo Nelesi Ati” di Pondok Pesantren Adz Dzikra Banyuwangi, Sabtu malam (17/1/2026). Acara ini menjadi ruang silaturahmi lintas agama, budaya, generasi, dan institusi, menghadirkan tokoh nasional hingga tokoh masyarakat akar rumput.

Hadir dalam kegiatan ini Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Dr. Rofiq Ripto Himawan, S.I.K., S.H., M.H., Wakil Bupati Banyuwangi Ir. H. Mujiono, M.Si., serta Irjen Pol Ibnu Suhendra, Kepala BNPT RI, putra daerah asal Glagah–Rogojampi.
Sejumlah tokoh agama dan organisasi tampak memeriahkan acara, antara lain Ketua PCNU Banyuwangi Gus Achmad Turmudzi, Wakil Ketua MUI Banyuwangi Gus Sunandi Zubaidi, Ketua FKUB Banyuwangi H. Nur Chozin, Ketua MWC NU Banyuwangi Ayung Barurohim, Ketua MWC NU Kalipuro Ayum, serta Ketua KONI Banyuwangi Achmad Khoirullah.
Dari unsur pemerintah hadir Kepala Bakesbangpol Banyuwangi R. Agus Mulyono dan Kabag Kesra HM. Lukman, S.Sos., sementara tokoh pemuda dan mahasiswa seperti Ketua GMNI, HMI, serta sejumlah mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi turut hadir. Puluhan tokoh masyarakat, tokoh agama, dan tokoh adat juga menambah semarak acara.

Pendekatan Budaya untuk Persaudaraan
Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Dr. Rofiq Ripto Himawan menegaskan, kegiatan ini memiliki nilai strategis dalam menjaga keamanan dan persatuan.
“Keamanan tidak cukup dijaga dengan pendekatan hukum semata. Kegiatan seperti Campur Sari Campur Ngaji adalah pendekatan budaya dan spiritual yang efektif memperkuat persaudaraan, toleransi, dan ketenangan sosial,” ujar Rofiq.

Ia menambahkan, pesantren dan tokoh agama merupakan mitra penting Polri dalam menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif di Banyuwangi.
Nelesi Ati, Menjernihkan Hati
Pengasuh Pondok Pesantren Adz Dzikra, KH. Ir. Achmad Wahyudi, S.H., M.H., menjelaskan, acara ini sengaja dirancang sebagai ruang menyejukkan di tengah dinamika sosial yang kompleks.
“Campur Sari Campur Ngaji bukan sekadar hiburan dan pengajian, tetapi ikhtiar nelesi ati, menjernihkan hati, sekaligus merawat nilai kebangsaan, persatuan, dan ukhuwah di Banyuwangi,” ujarnya.

Guyub dan Kokohnya Persatuan
Wakil Bupati Banyuwangi Ir. H. Mujiono, M.Si. mengapresiasi terselenggaranya kegiatan yang mempertemukan berbagai elemen masyarakat.
“Banyuwangi kuat karena guyub. Ketika ulama, aparat, pemerintah, pemuda, dan masyarakat duduk bersama seperti malam ini, persatuan dan ketahanan sosial kita semakin kokoh,” tutur Mujiono.

Acara berlangsung khidmat namun santai, dengan lantunan shalawat, pengajian, dan sajian seni campur sari, yang disambut antusias hadirin. Kegiatan ini menegaskan bahwa Banyuwangi tetap merawat tradisi, spiritualitas, dan kebangsaan dalam harmoni. (Andi)

NATAL-ANDI-SUHAY-II

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *