https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg

Kepengurusan Baru PHRI Garut Dilantik,H. Ato Hermanto–H.Dudung Sudiana Fokus Kebangkitan Pariwisata

https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg

Garut,KompassIndonesianews.com
Pelantikan Pengurus Badan Pimpinan Cabang (BPC) Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Garut berlangsung khidmat di Sabda Alam Hotel and Resort, Jalan Raya Cipanas No. 3, Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut, Senin 26 Januari 2026.

Acara tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Garut Abdusy Syakur Amin, jajaran pengurus BPC PHRI Kabupaten Garut, para pelaku usaha perhotelan dan restoran, pelaku UMKM kuliner, serta sejumlah pemangku kepentingan sektor pariwisata.

Dalam pelantikan tersebut, H. Ato Hermanto resmi dilantik sebagai Ketua BPC PHRI Kabupaten Garut, didampingi H. Dudung Sudiana sebagai Wakil Ketua. Kepengurusan baru ini diharapkan mampu menjadi motor penggerak kebangkitan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif daerah

Ketua terpilih H.Ato Hermanto menegaskan bahwa pembangunan pariwisata Garut tidak bisa dilakukan secara parsial. Menurutnya, seluruh elemen, mulai dari pemerintah, pelaku usaha, komunitas, hingga masyarakat, harus bergerak bersama dalam satu visi.

“Pariwisata Garut tidak bisa dibangun sendiri-sendiri. Hotel, restoran, pelaku kuliner, kafe, komunitas pariwisata, dan pemerintah harus bangkit bersama. Promosi bukan lagi urusan individu, tetapi kolaborasi kolektif,” ujar Ato usai pelantikan kepengurusan BPC PHRI Kabupaten Garut.

Ia menekankan, sinergi lintas sektor menjadi kunci untuk meningkatkan daya saing pariwisata Garut di tengah persaingan destinasi wisata yang semakin ketat. Menurutnya, kolaborasi yang solid akan memperkuat promosi, meningkatkan kualitas layanan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif berbasis potensi lokal.

H Ato kembali menegaskan bahwa masa depan pariwisata Kabupaten Garut hanya dapat terwujud apabila seluruh elemen bergerak dalam satu irama dan semangat kebersamaan. Ia menilai, tantangan pengembangan pariwisata ke depan semakin kompleks, sehingga membutuhkan kerja sama yang erat, saling mendukung, dan berkelanjutan antar pelaku usaha, komunitas, serta pemerintah daerah.(D Hendar)

NATAL-ANDI-SUHAY-II

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *