Yogyakarta – KompassIndonesianews.com Perum BULOG Kantor Wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta, mulai menggelontarkan minyak goreng merek Minyakita ke pasar tradisional pada Rabu 28 Januari 2026. Salah satu titik penyaluran dilaksanakan di Pasar Beringharjo, dengan total distribusi sebanyak 5.820 liter yang disalurkan kepada 7 pedagang di pasar tersebut.
Penyaluran Minyakita kepada para pengencer di Pasar tradisional dilakukan melalui koordinasi antara Perum BULOG Kanwil Yogyakarta, dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) DIY. Langkah ini, merupakan bagian dari penugasan pemerintah kepada BULOG untuk menjaga ketersedian dan stabilitas harga minyak goreng di pasaran.

” Kegiatan penyaluran di Pasar Beringharjo ini ditinjau langsung oleh Kepala Perum BULUG Wilayah DIY, Dedi Aprilyadi, yang juga didamping, Budiawan selaku Manager Bisnis BULUG DIY.
Budiawan, menjelaskan bahwa harga tebus Minyakita oleh pengecer dari Perum BULOG di tetapkan sebesar Rp.14.500 per liter, sedangkan Harga Enceran Tertinggi (HET) dari pengencer kepada konsumen adalah Rp.15.700 per liter,” jelasnya.
Kami terus berkoordinasi dengan Disperindag DIY, untuk menggelontarkan Minyakita ke pasar tradisional serta jaringan ritel binaan BULOG, yaitu Rumah Pangan Kita (RPK) agar distribusi merata dan harga tetap terkendali,” bebernya.
” Sementara itu, Kepala Perum BULOG DIY, Dedi Aprilyadi, menyampaikan bahwa selain komoditas beras BULOG DIY juga melaksanakan penugasan pemerintah dalam penyaluran Minyakita.
Lanjutnya, hari ini kami bersama jajaran melaksanakan penyaluran Minyakita baik di Kanwil DIY termasuk juga dengan Kantor cabang Megelang dan Kantor cabang Banyumas Jawa Tengah. Melalui penugasan ini, kami optimis harga minyak goreng di pasaran dapat tetap stabil dan sesuai dengan harga yang telah di tetapkan pemerintah,” ungkapnya di sela – sela kegiatan peninjauan.
Dedi juga menerangkan dengan penyaluran minyak goreng Minyakita ini, ia berharap kebutuhan minyak goreng masyarakat dapat terpenuhi dengan harga yang terjangkau serta kondisi pasar tetap kondusif,” tutup Dedi.(Joni)














