https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg

Puluhan Siswa di LamTim Diduga Keracunan Setelah Menyantap Menu MBG Dari SPPG Surya Mataram Marga Tiga

https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg

Lampung Timur, Kompassindonesianews – Makan Bergizi Gratis (MBG) yang merupakan program utama dan unggulan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto untuk meningkatkan kualitas SDM calon penerus Bangsa rupanya tak semulus yang diharapkan. Pasalnya untuk kesekian kalinya di Lampung Timur, Puluhan pelajar harus dilarikan ke klinik setelah mengalami mual, sakit perut serta muntah-muntah usai menyantap menu MBG (Makan Bergizi Gratis), pada Kamis 29 Januari 2026.

Kali ini giliran puluhan siswa sekolah penerima MBG diwilayah Kecamatan Marga Tiga, Kabupaten Lampung Timur yang merasakan mual dan sakit perut usai santap MBG. Beberapa korban diduga keracunan akibat menu MBG tengah mendapatkan perawatan intensif di klinik yang berada di Kecamatan Marga Tiga.

Sebelum dirawat, para korban yang diduga keracunan usai mengkonsumsi makanan bergizi gratis (MBG) merasakan keluhan seperti mual dan sakit perut, yang diduga imbas setelah menyantap makanan dari MBG yang dikirim dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Desa Surya Mataram, Kecamatan Marga Tiga, Kabupaten Lampung Timur.

Menurut salah seorang warga sekitar, puluhan korban mengalami keluhan sakit perut, mual hingga muntah-muntah hingga harus mendapatkan penangan medis yang intensif.
“Iya bener mas, ada puluhan orang santri Ponpes perempuan yang sedang dirawat di klinik sejak kemaren malam. Rata-rata mereka mengeluhkan mual dan sakit perut,” ungkap salah satu warga Desa Surya Mataram.

Selain itu, menurut informasi dari salah seorang guru di salah satu sekolah yang turut menerima Makan Bergizi Gratis (MBG), keluhan yang sama turut juga di rasakan oleh beberapa siswa sekolah di tingkat SD dan SMP yang menerima program MBG dari dapur yang sama.

“Banyak siswa di Sekolah kami tak masuk sekolah, karena keluhan sakit perut. Bahkan para guru dan saya sendiri juga merasakannya” ungkap salah satu Guru SMP di Sekolahan penerima MBG yang meminta identitasnya di rahasiakan.

Lanjutnya, para guru dan siswa SMP tersebut mengaku bahwa saat menerima MBG pada Rabu siang, salah satu menu lauk yakni ayam goreng suir saat dikonsumsi terasa basi.
“Untuk sekarang ini masih ada satu siswa kami yang saat ini masih di rawat intensif karena keluhannya dan belum diperbolehkan pulang oleh dokter,” tambah Guru tersebut.

Sarminsyah selaku Camat Marga Tiga, saat dikonfirmasi Awak Media membenarkan adanya kejadian yang menimpah para Siswa dan santri Pondok Pesantren yang mengeluhkan mual dan sakit perut hingga di rawat di klinik guna mendapatkan perawatan dan penanganan medis.
“Memang ada puluhan Santri dan siswa yang dirawat lantaran mual dan sakit perut, namun belum di ketahui pasti apakah penyebabnya dari makanan MBG. Kita bersama pihak Dinas Kesehatan sedang melakukan mitigasi dan pemeriksaan terlebih dahulu gunas memastikan penyebabnya,” jelasnya.

Baik Mulyono sebagai pemilik Yayasan maupun Rizqi Nanda selaku Kepala SPPG Desa Surya Mataram, Kecamatan Marga Tiga, Kabupaten Lampung Timur saat di konfirmasi melalui sambungan WhatsApp enggan merespon terkait hal tersebut.

Dugaan kelalaian pihak penyedia makanan bergizi gratis (MBG) menjadi penyebab utama adanya dugaan keracunan yang menimbulkan banyak korban yang mesti dilarikan ke Klinik guna mendapatkan perawatan medis yang intensif.

Ibarat piala bergilir fenomena dugaan keracunan setelah menyantap menu MBG di Lampung Timur. Apakah hanya suatu kebetulan, ataukan sebuah konspirasi untuk menjatuhkan?

Sakit akan bisa pulih, luka akan mudah sembuh, namun rasa percaya masyarakat terhadap penyuguhan Makanan Bergizi Gratis (MBG) dari pemerintah justru kian terkikis akibat kelalaian pihak dapur dan yayasan yang menimbulkan dampak trauma psikologis yang begitu dalam, khususnya bagi para siswa-siswi dan juga orangtua wali murid.

Masyarakat berharap, kepada pihak pemerintah dan para pemangku kepentingan, agar dapat memberikan Sanksi tegas baik secara administratif maupun pidana khusus, bagi para pelaku kelalaian yang mengibatkan banyaknya korban.
#Andi Selagai/Tim

NATAL-ANDI-SUHAY-II

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *