https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg
Berita  

Akibat Lemahnya Pengawasan, Dua Santri Pondok Pesantren Al-Amin Cinta Mulya Hilang Sejak Kamis Subuh

https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg

Lampung Selatan, Kompassindonesianews – Minggu, 1 Februari 2026, Dua santri Pondok Pesantren Al-Amin Cinta Mulya, Kecamatan Candipuro, diketahui kabur sejak Kamis subuh dan baru dilaporkan hilang setelah lebih dari 24 jam, hingga tanggal 1 Februari 2026 yakni tepat di hari ke empat kedua santri tersebut belum diketahui keberadaannya.

Dengan adanya peristiwa ini mengungkap celah besar terkait kelalaian dalam pengelolaan dan pengawasan di lembaga yang seharusnya menjadi tempat pembinaan karakter serta perlindungan bagi santri yang lebih ketat, mengingat para orang tua wali telah menitipkan segala bentuk tanggungjawab anak-anaknya kepada pihak Pondok Pesantren AL-AMIN yang berada di Desa Cinta Mulya Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lampung Selatan.

Kedua Santri yang hingga kini belum di temukan tersebut adalah Fahmi warga Desa Kedaung, Kecamatan Sragi, Lampung Selatan dan Bayu warga Lampung Timur. Ciri-ciri Fahmi terakhir tercatat mengenakan sweater biru dan celana abu-abu dengan rambut botak, sementara Bayu tidak diketahui pasti ciri-ciri fisiknya, hingga kini baik pihak Pondok Pesantren maupun pihak keluarga belum mendapatkan informasi keberadaan kedua anak didik Pondok Pesantren Al-Amin tersebut.

Kepala Desa Kedaung, Edy Kuswanto, yang mengonfirmasi kasus ini kepada awak media menyatakan bahwa peristiwa tersebut awal diketahui oleh pihak Pondok Pesantren Al-Amin pada Kamis subuh.
“Saya meminta tolong kepada masyarakat Lampung Selatan jika kebetulan melihat dua anak tersebut, harap segera menghubungi Polsek terdekat,” ungkapnya, sembari mengimbau kepada warga di sekitar Kecamatan Candipuro dan Titiwangi untuk turut berperan dalam pencarian.

Sementara itu, baik pihak orang tua Fahmi maupun Bayu kini tengah berusaha mencari keberadaan anak-anaknya yang hingga kini belum diketahui keberadaannya.
“Saya masih di perjalanan ini pak, saya terus menyisir ke beberapa teman nya, namun anak saya belum juga saya temukan hingga saat ini, anak saya meninggalkan pondok pesantren informasi yang kami terima sejak Kamis subuh,” ucapnya dengan nada sedih saat di hubungi oleh awak media.

Pihak Pondok Pesantren diketahui baru mengambil langkah dengan membuat laporan resmi kepada pihak Kepolisian setelah lebih dari 1×24 jam pasca hilangnya kedua santri Pondok Pesantren Al-Amin. Yang lebih mengkhawatirkan, kemungkinan kasus ini terjadi akibat kedua santri yang diduga bermain game di luar lingkungan Pondok Pesantren dan tidak berani menghadapi teguran dari masing-masing orang tuanya.

Dengan adanya dugaan aktivitas yang tidak sesuai dengan tujuan pendidikan dalam Pondok Pesantren serta kemampuan santri untuk melakukannya tanpa terkendali, adalah bukti nyata lemahnya sistem pengawasan yang diterapkan oleh pihak pengelola Pondok Pesantren Al-Amin.

Sebagai lembaga Pendidikan yang seharusnya bertanggung jawab penuh atas keselamatan dan pembinaan para santri, Pondok Pesantren Al-Amin Cinta Mulya diduga lalai dalam melaksanakan pengawasan dan pembinaan terhadap para santri, pihak Pondok Pesantren Al-Amin sudah seharusnya memiliki tanggung jawab penuh atas peristiwa yang terjadi, serta memastikan kedua santri tersebut dalam keadaan selamat.

Para orang tua santri berharap, kedua anak tersebut dapat ditemukan dalam ke adaaan sehat dan dapat kembali mengikuti aktivitas belajar seperti biasanya.
“Kami berharap anak-anak kami bisa lekas diketemukan, dan dapat segera kembali ke pondok untuk mengikuti kegiatan belajar seperti biasanya,” tutur orangtua salah satu santri yang hingga kini belum diketahui keberadaannya.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak Pondok Pesantren Al-Amin belum dapat dikonfirmasi terkait peristiwa hilangnya kedua santri yang hingga kini belum diketahui keberadaannya dan tengah menjadi sorotan banyak pihak.
#Andi Selagai/Tim

NATAL-ANDI-SUHAY-II

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *