https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg
Berita  

Menjelang Ramadhan, Pemkab Sleman Segera Gelar Operasi Pasar

https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg

Kabupaten SlemanKompassIndonesianews.com Menjelang bulan Suci Ramadhan, perlu upaya – upaya menjaga keterjangkauan harga dan ketersediaan stok maupun pasokan bahan – bahan pokok dan penting bagi masyarakat.

Program kegiatan strategis dibutuhkan untuk menjaga harga sesuai dengan acuannya dan dapat dijangkau oleh masyarakat, program kegiatan yang dapat dilakukan salah satunya melalui pelaksanaan operasi pasar.

Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sleman, untuk melakukan kegiatan operasi pasar melalui APBD daerah maupun anggaran lainnya untuk menjaga keterjangkauan harga di pasar – pasar utama di Kabupaten Sleman.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sleman, Heri Setyawati, saat beri keterangan kepada awak media di Pendopo Rumah Dinas Bupati Sleman pada Kamis 12 Februari 2026.

Heri, menjelaskan perlu adanya petunjuk teknis operasi pasar agar pelaksanaan kegiatan ini, tepat sasaran dan tidak dimanfaatkan oleh oknum – oknum tertentu,” terangnya.

Lanjutnya, TPID Kabupaten Sleman juga akan melaksanakan kegiatan pemantauan pada bulan Ramadhan, menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 H pada awal bulan Maret 2026 sebagai langkah aktif dan antisipatif menjaga keterjangkauan harga dan ketersedian stok atau pasokan.

Ia perlu disampaikan secara konsisten kepada masyarakat, bahwa stok dan pasokan bahan pokok dalam kondisi aman melalui publikasi data ketersediaan pangan, harga acuan, dan jadwal operasi pasar.

Lebih lanjut, ia mengatakan komunikasi yang terbuka dan berbasis data akan membangun kepercayaan publik sehingga masyarakat tidak terdorong melakukan pembelian berlebihan.

TPID mengintensifkan pemantauan harga dan pasokan harian melalui sistem informasi harga pangan sebagai early warning system.” Dengan deteksi dini terhadap potensi lonjakan harga, langkah intervensi dapat dilakukan lebih cepat dan terukur sebelum memicu gejolak pasar.

Kita perlu pengawasan terpadu terhadap jalur distribusi bersama aparat terkait, untuk mencegah praktik penimbunan, permainan harga, maupun distribusi yang tidak wajar. Koordinasi intensif dengan distributor, pedagang besar, dan asosiasi pelaku usaha di perlukan untuk memastikan kelancaran pasokan, kesesuaian harga jual, serta komitmen menjaga stabilitas harga selama Ramadhan dan Idul Fitri.

Heri, menambahkan pemerintah daerah dapat mendorong kampanye belanja bijak menjelang Ramadhan, bahwa kebutuhan pangan tersedia dan tidak perlu pembelian berlebihan. Narasi ini, penting untuk menekan panic buying sekaligus menjaga stabilitas permintaan,” pungkasnya.(Joni)

NATAL-ANDI-SUHAY-II

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *