Wonosobo Kompassindonesianews.com Langkah nyata menuju Indonesia Asri kembali digaungkan dari ketinggian Desa Sikunang, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo. Pada Sabtu (14/2/2026), Masyarakat Desa Sikunang bersama Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) menggelar aksi penanaman pohon serentak bertajuk “Aksi Hijau Kopi Lestari”.
Kegiatan yang dipimpin langsung oleh Kepala Desa Sikunang, Nur Amin, ini menyasar kawasan hutan di Petak 8. Kawasan tersebut menjadi fokus utama karena kondisinya yang tergolong lahan kritis dan memerlukan penanganan segera untuk mencegah ancaman bencana alam seperti tanah longsor di wilayah tersebut.”Kami mengajak seluruh elemen masyarakat dan LMDH untuk bergerak bersama. Penghijauan ini bukan hanya soal menanam pohon, tapi menjaga masa depan Desa Sikunang agar tetap asri dan aman dari bencana,” ujar Nur Amin di sela-sela kegiatan penanaman.
Aksi lingkungan ini mendapat apresiasi tinggi dan pendampingan penuh dari Perhutani Kedu Utara. Hadir dalam kegiatan tersebut, Ibu Yossi selaku Asisten Perhutani (Asper) Kedu Utara. Beliau menyampaikan rasa terima kasih atas inisiatif dan aspirasi warga yang proaktif menjaga kelestarian hutan.
”Kami sangat berterima kasih kepada warga Desa Sikunang. Petak 8 ini memang termasuk kategori hutan kritis, sehingga dukungan masyarakat sangat vital. Perhutani berkomitmen penuh mendukung setiap aksi penghijauan demi memulihkan fungsi hutan di sini,” tegas Ibu Yossi.
Selain fungsi ekologis untuk mencegah bencana, penghijauan ini memiliki dimensi ekonomi jangka panjang melalui budidaya kopi. Didampingi secara intensif oleh Bapak Heri selaku Mantri Perhutani, program ini diproyeksikan akan menjadikan kawasan tersebut produktif dalam beberapa tahun ke depan.
Pendampingan intensif dari pihak Perhutani menjadi faktor kunci agar tanaman yang ditanam hari ini dapat tumbuh maksimal. Targetnya, dalam 3 hingga 4 tahun mendatang, Desa Sikunang diharapkan mampu mencapai target produksi kopi massal yang berkualitas.
”Dengan penanganan yang tepat, kita tidak hanya menyelamatkan alam dari bencana, tetapi juga membangun kemandirian ekonomi warga melalui hasil kopi. Ini adalah investasi hijau untuk anak cucu kita nanti,” tambah pihak pendamping dari Perhutani.
Aksi ini ditutup dengan penanaman bibit secara simbolis oleh perangkat desa dan pejabat Perhutani, menandai dimulainya babak baru konservasi berbasis ekonomi kerakyatan di Kabupaten Wonosobo.
Setiawan












