Kompassindonesianews.com
Jenewa, 23 Februari 2026 Untuk pertama kalinya dalam sejarah, Indonesia dipercaya menjadi Ketua United Nations Human Rights Council. Momentum ini ditandai dengan pidato Menteri Luar Negeri Indonesia, Sugiono, pada segmen tingkat tinggi sidang Dewan HAM PBB di Jenewa, Swiss.
Sidang pembukaan dihadiri lebih dari 100 negara anggota PBB, termasuk kepala negara, menteri luar negeri, dan delegasi tinggi dari seluruh dunia. Sesi ini dipimpin oleh Ketua Dewan HAM PBB tahun 2026, Sidharto Reza Suryodipuro, menandai debut kepemimpinan Indonesia dalam lembaga hak asasi manusia tertinggi di PBB.
Tokoh internasional yang hadir antara lain:
António Guterres, Sekretaris Jenderal PBB
Volker Türk, Komisaris Tinggi HAM PBB
Annalena Baerbock, Presiden Majelis Umum PBB
Ignazio Cassis, Perwakilan Pemerintah Swiss sebagai tuan rumah
Dalam pidatonya, Menlu Sugiono menegaskan bahwa kepercayaan dunia ini merupakan amanah besar untuk memperkuat dialog internasional, multilateralisme, dan perlindungan hak asasi manusia.
Indonesia menekankan pentingnya HAM sebagai jembatan persatuan antar bangsa, bukan alat politik yang memecah belah, di tengah tantangan global seperti konflik, ketimpangan pembangunan, dan krisis kemanusiaan.
Kepemimpinan Indonesia di Dewan HAM PBB diharapkan menghasilkan langkah konkret dalam perlindungan HAM global, sekaligus memperkuat posisi diplomasi Indonesia di kancah internasional.
Menlu Sugiono menegaskan bahwa Indonesia akan memimpin forum ini secara inklusif, objektif, dan konstruktif, mendorong kerja sama nyata antar negara dalam isu-isu hak asasi manusia.
Momentum bersejarah ini menjadi tonggak bagi Indonesia sebagai negara aktif dalam memperjuangkan HAM dan perdamaian dunia, sekaligus menunjukkan kemampuan diplomasi Indonesia dalam forum multilateral internasional.
(Komarudin)















