https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg
Berita  

Antisipasi Lonjakan Kebutuhan Air Saat Lebaran, PDAM Tirta Sembada Sleman Produksi 780 Lps

https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg

Kabupaten SlemanKompassIndonesianews.com, Perusahan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Sembada Kabupaten Sleman, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), memastikan kesiapan pasokan air bersih di bulan Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri 1447 H 2026 dengan mengantisipasi potensi lonjakan kebutuhan khususnya dari sektor niaga.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Subbagian Humas PDAM Tirta Sembada Kabupaten Sleman, Rina Wijayanti, S.E, di kantornya pada hari Selasa 24 Februari 2026. Rina, mengatakan konsumsi air selama bulan Ramadhan masih relatif stabil, dan belum menunjukkan peningkatan signifikan pada sektor rumah tangga,” tuturnya.

Kalau selama Ramadhan ini, belum begitu signifikan kemungkinan puncaknya saat Lebaran disitu baru terlihat kenaikan,” tambah Rina.

Lebih lanjut, ia menjelaskan lonjakan permintaan di perkirakan terjadi saat puncak arus libur Lebaran pada tanggal 18-23 Maret 2026, terutama dari sektor perhotelan dan penginapan.

Ia menyebut, Depok dan kawasan jalan Magelang menjadi titik fokus pengawasan distribusi karena merupakan pusat hotel dan aktivitas komersial di Kabupaten Sleman. Dan saat ini, ada sekitar 90 hotel tercatat sebagai pelanggan PDAM Tirta Sembada Sleman. Meski sebagian hotel memiliki sumber air mandiri, PDAM tetap menyiagakan pasokan sebagai cadangan,” bebernya.

Untuk menjaga ketersediaan air PDAM Kabupaten Sleman, telah mengoptimalkan kapasitas produksi guna melayani sekitar 46.000 ribu pelangan. Sedangkan kapasitas total sumber air saat ini mencapai 780 liter per detik (lps), termasuk tambahan debit air sekitar 70 lps yang dilakukan secara bertahap sejak awal tahun.

” Selain itu, PDAM Tirta Sembada Sleman juga memanfaatkan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) regional serta memperkuat sistem pemantauan distribusi guna mengantisipasi lonjakan pemakaian air pada jam – jam puncak seperti saat saur dan berbuka puasa.

Lanjut Rina, dalam siaran pers Februari 2026, PDAM Tirta Sembada Sleman juga menyampaikan adanya perubahan tarif pemasangan sambungan baru reguler dari sebelumnya Rp.1.517.000 menjadi sekitar Rp.1.300.000. Kebijakan ini mulai berlaku sejak November 2025 tersebut, bertujuan memperluas jangkauan layanan dan memberikan keringanan bagi calon pelangan baru.

Rina, juga menerangkan di sisi pengembangan layanan PDAM Tirta Sembada Sleman menargetkan penambahan 3.000 pelangan baru pada 2026, setelah pada tahun 2025 berhasil menambah sekitar 2.000 pelangan.

Untuk memastikan pelayanan tetap optimal selama masa mudik dan libur Lebaran, PDAM Sleman menyiagakan tim teknis yang siap melakukan penanganan gangungan secara cepat(on call). Layanan pengaduan daring tetap beroperasi dan di pantau petugas selama 24 jam, termasuk pada hari libur.

Namun demikian, Rina menghimbau kepada seluruh pelangan yang ada segera melaporkan apabila terjadi gangguan layanan agar dapat segera ditangani,” tutupnya.(Joni)

NATAL-ANDI-SUHAY-II

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *