https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg

Ramadhan, Nuzulul Qur’an dan Lailatul Qadar: Malam Kemuliaan yang Lebih Baik dari Seribu Bulan

https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg

Kompassindonesianews.com
Nasional – Minggu, 8 Maret 2026
Bulan suci Ramadhan merupakan momentum istimewa bagi umat Islam di seluruh dunia untuk meningkatkan ketakwaan, memperbanyak ibadah, serta memperkuat nilai kepedulian sosial. Selain menjalankan ibadah puasa, umat Islam juga memperingati peristiwa penting dalam sejarah Islam yaitu Nuzulul Qur’an, turunnya kitab suci Al-Qur’an kepada Nabi Muhammad sebagai petunjuk hidup bagi umat manusia.

Ramadhan juga memiliki malam yang sangat dimuliakan yaitu Lailatul Qadar, malam penuh keberkahan yang nilainya lebih baik dari seribu bulan.

Puasa Ramadhan dalam Al-Qur’an
Kewajiban puasa ditegaskan dalam firman Allah SWT pada Surah Al-Baqarah ayat 183:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
Artinya:
“Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”

Ayat tersebut menegaskan bahwa tujuan utama puasa adalah membentuk manusia yang bertakwa, mampu mengendalikan diri serta meningkatkan kualitas iman dan amal kebajikan.

Hikmah Puasa Ramadhan

Puasa memiliki berbagai hikmah bagi kehidupan manusia, di antaranya:

meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT
membersihkan jiwa dan hati dari dosa
menumbuhkan kepedulian sosial terhadap sesama
melatih kesabaran dan kedisiplinan
Rasulullah SAW bersabda:
مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
Artinya:
“Barang siapa berpuasa Ramadhan karena iman dan mengharap pahala dari Allah, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

Nuzulul Qur’an pada 17 Ramadhan

Peristiwa turunnya wahyu pertama yang dikenal sebagai Nuzulul Qur’an diperingati umat Islam pada 17 Ramadhan. Wahyu pertama turun kepada Nabi Muhammad SAW di Gua Hira melalui Malaikat Jibril.

Allah SWT berfirman dalam Surah Al-‘Alaq ayat 1–5:
اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ
خَلَقَ الْإِنسَانَ مِنْ عَلَقٍ
اقْرَأْ وَرَبُّكَ الْأَكْرَمُ
الَّذِي عَلَّمَ بِالْقَلَمِ
عَلَّمَ الْإِنسَانَ مَا لَمْ يَعْلَمْ
Artinya:
“Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah. Yang mengajar manusia dengan perantaraan pena. Dia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya.”

Keutamaan Lailatul Qadar

Malam Lailatul Qadar terjadi pada sepuluh malam terakhir Ramadhan dan merupakan malam yang sangat dimuliakan.

Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Qadr:
إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ
وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ
لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ
Artinya:
“Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada malam kemuliaan. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan.”

Rasulullah SAW juga bersabda:
تَحَرَّوْا لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِي الْوِتْرِ مِنَ الْعَشْرِ الأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ
Artinya:
“Carilah Lailatul Qadar pada malam ganjil di sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

Jadwal Malam Ganjil Lailatul Qadar 2026

Jika awal Ramadhan 1447 H jatuh pada 19 Februari 2026, maka malam-malam ganjil yang berpotensi sebagai Lailatul Qadar adalah:

21 Ramadhan – Kamis malam, 11 Maret 2026

23 Ramadhan – Sabtu malam, 13 Maret 2026

25 Ramadhan – Senin malam, 15 Maret 2026

27 Ramadhan – Rabu malam, 17 Maret 2026

29 Ramadhan – Jumat malam, 19 Maret 2026

Doa yang Dianjurkan Nabi

Nabi Muhammad SAW mengajarkan doa yang dianjurkan dibaca ketika bertemu malam Lailatul Qadar:
اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ العَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي
Artinya:
“Ya Allah, Engkau Maha Pemaaf dan menyukai memberi maaf, maka maafkanlah aku.”

Momentum Ramadhan, Nuzulul Qur’an, dan Lailatul Qadar menjadi kesempatan bagi umat Islam untuk memperbanyak ibadah, membaca Al-Qur’an, memperbaiki diri, serta memperkuat nilai persaudaraan dan kepedulian sosial dalam kehidupan bermasyarakat.

Penulis: Komarudin
Pernah Mengajar SMP IT Tahpidz Ki Marogan Palembang Tahun Ajaran 2018- 2019
Pernah Mengajar MTS As- Salam Palembang Tahun Ajaran 2015- 2018

NATAL-ANDI-SUHAY-II

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *