Kompasindonesianews.com
Muaradua – Ada pemandangan berbeda di Pasar Ramadhan yang berada di jalan taman alun-alun Pasar Muaradua OKU Selatan. Pasar Bedug yang sebelumnya ramai pada pembukaan pertama senin (27/3) lalu, kini justru terpantau sepi.
Puluhan Lapak UMKM yang sebelumnya terlihat ramai dikunjungi pembeli, kini pada hari ke 5 perhelatan pasar bedug sudah tak terlihat lagi. Dari pantauan lokasi pasar bedug, 36 lapak UMKM yang sebelum berjajar kini sudah terlihat banyak kosong, jika dihitung hanya ada 7 lapak UMKM yang bertahan berjualan.
“Ya, kalo sekarang sudah sepi nian, cuma tersiso pedagang ini lah, biso dihitung, kalo rame itu, cuma sekitar tigo hari setelah dibuka bae, setelah itu sepi,” ungkap Maisaroh salah satu pedagang UMKM yang tersisa di pasar Ramadhan Muaradua dibincangi (1/4).
Lanjutnya, beberapa pedagang UMKM tidak bertahan lama menjual di pasar Ramadhan yang baru dibuka lagi tahun 2023 ini karena kondisi yang tidak memungkinkan, banyak pedagang yang merugi, karena sepinya pengunjung yang datang.
“Kayak pedagang-pedagang sayur masak, itukan modalnya sudah besak, hitungannya harus habis dagangannya. Tapi kalo sepi cak ini, mereka rugi. Karno sepi ini, banyak pedagang yang pindah lapak lagi di pinggir jalan raya pasar,” ungkapnya.
Sementara itu, Hasanah salah satu warga Muaradua yang sedang berada di Pasar Ramadhan menilai ada beberapa hal yang membuat pasar Ramadhan tahun ini terbilang gagal.
Salah satunya pihak Pemda dalam hal ini melalui Dinas Diskoperindag OKUS, yang kurang tepat memilih lokasi kurang strategis, namun yang terpenting menurutnya, kurangnya sosialisasi pada perdagangan UMKM, sehingga banyak yang tidak terakomodir.
“Harusnya beberapa minggu sebelum dibuka pasar bedug, ada banyak UMKM ini diakomodir untuk benar-benar dipusatkan untuk berdagang di pasar ini. Jangan dadakan, jadi banyak pedagang yang masih memilih di jalan, di pasar bedug nya justru cuma sedikit. Alhasil pembeli, sedikit yang masuk di pasar, pasar ramadhan jadi sepi, dan gagal bantu pedagang UMKM,” timpalnya.
Reporter : (Rani)














