https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg
Berita  

Polres Pasuruan Gelar Apel Operasi Ketupat Semeru 2026, Siap Amankan Arus Mudik Lebaran

https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg

Kompassindonesianews.com
Pasuruan – Polres Pasuruan mengerahkan personel gabungan untuk mengamankan arus mudik dan perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah melalui Operasi Ketupat Semeru 2026. Kesiapan tersebut ditandai dengan pelaksanaan apel gelar pasukan di Lapangan Apel Sarja Arya Racana Polres Pasuruan, Kamis (12/3/2026) pagi.
Apel dipimpin langsung oleh Kapolres Pasuruan, Harto Agung Cahyono, serta dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Pasuruan, Yudha Triwidya Sasongko, unsur Forkopimda, perwakilan Tentara Nasional Indonesia (TNI), instansi pemerintah, dan sejumlah tamu undangan.
Dalam kegiatan tersebut, Kapolres Pasuruan melakukan penyematan pita kepada perwakilan personel sebagai tanda dimulainya Operasi Ketupat Semeru 2026 sekaligus simbol kesiapan pengamanan Lebaran.
Kapolres Pasuruan AKBP Harto Agung Cahyono mengatakan, apel gelar pasukan menjadi momentum penting untuk memastikan kesiapan personel serta sarana dan prasarana yang terlibat dalam pengamanan Lebaran.
“Apel gelar pasukan ini merupakan bentuk kesiapan kami bersama TNI dan seluruh stakeholder untuk memastikan pengamanan arus mudik dan perayaan Idul Fitri berjalan aman, tertib, dan lancar,” ujarnya.
Ia menambahkan, sinergi lintas sektor sangat diperlukan agar pelaksanaan Operasi Ketupat Semeru 2026 berjalan optimal dan mampu memberikan rasa aman bagi masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik.
Operasi Ketupat 2026 akan dilaksanakan selama 13 hari, mulai 13 hingga 25 Maret 2026, dengan melibatkan personel gabungan dari TNI, Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), serta instansi terkait lainnya.
Dalam amanat Kapolri yang dibacakan Kapolres Pasuruan disebutkan bahwa momentum Idul Fitri merupakan agenda nasional yang selalu diikuti dengan meningkatnya mobilitas masyarakat.
Berdasarkan survei Kementerian Perhubungan Republik Indonesia, potensi pergerakan masyarakat pada Lebaran 2026 diperkirakan mencapai 143,9 juta orang.
Karena itu, aparat diminta mengantisipasi berbagai potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat, seperti kejahatan konvensional, premanisme, balap liar, hingga konflik antar kelompok masyarakat.
Selain pengamanan arus lalu lintas, petugas juga diminta melakukan patroli rutin di titik-titik rawan serta melakukan pendataan rumah kosong yang ditinggalkan pemudik. Masyarakat juga dapat memanfaatkan layanan penitipan kendaraan di kantor kepolisian guna meningkatkan rasa aman selama mudik.
Apel gelar pasukan diikuti sejumlah unsur pasukan gabungan, di antaranya personel Polres Pasuruan, Kodim 0819/Pasuruan, Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Pasuruan, Dinas Perhubungan Kabupaten Pasuruan, Senkom Mitra Polri, hingga perwakilan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Pasuruan.
Usai apel, Kapolres Pasuruan bersama Forkopimda melakukan pemeriksaan sarana dan prasarana kesiapan personel yang akan dilibatkan dalam Operasi Ketupat Semeru 2026. Kegiatan dilanjutkan dengan pemusnahan barang bukti hasil Operasi Keselamatan 2026, Operasi Pekat Semeru 2026, serta Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) menjelang pelaksanaan operasi pengamanan Lebaran.
Kapolres Pasuruan berharap dengan keterlibatan seluruh unsur dan dukungan masyarakat, pelaksanaan Operasi Ketupat Semeru 2026 di wilayah Kabupaten Pasuruan dapat berjalan aman dan kondusif.
“Kami berharap masyarakat dapat merayakan Idul Fitri dengan aman dan nyaman, serta perjalanan mudik berlangsung lancar,” pungkasnya.
(Andi)

NATAL-ANDI-SUHAY-II

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *