https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg

Hangatnya Lebaran BetawiI Di Kalideres Dari Silaturahmi Hingga Ngopi Santai Penuh Makna

https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg

Jakarta Barat,Kompassindonesianews.com Semarak Lebaran Betawi terasa kental di Komplek Perumahan Daan Mogot, Kalideres, Jakarta Barat. Tak sekadar perayaan budaya, momen ini menjadi ajang mempererat silaturahmi yang dikemas santai namun sarat makna melalui kegiatan “nyantai dan ngopi bareng” bersama tokoh masyarakat dan insan pers. 10/04/2026

Acara yang berlangsung pada Jumat (10/04/2026) ini dihadiri oleh Bang Jampang ( Ketua Sanggar Jampang Muda,) Haji Sugandi selaku pembina Dedengkot Betawi Peci Merah, Ketua PAC GRIB Jaya, Kalideres H.Harun, serta wartawan dari KompassIndonesiaNews.

Dengan nuansa khas Betawi yang kental, perayaan Lebaran Betawi diwarnai keakraban antarwarga dan tokoh masyarakat. Setelah rangkaian kegiatan silaturahmi, suasana berlanjut ke sesi santai—ngopi bersama di lingkungan komplek yang sejuk dan penuh kekeluargaan.

Dalam obrolan ringan namun berbobot, Bang Jampang (Ketua Sanggar Jampang Muda) menekankan pentingnya menjaga eksistensi budaya Betawi di tengah modernisasi. Ia menyebut bahwa kebersamaan seperti ini adalah kunci agar generasi muda tetap mengenal dan mencintai akar budayanya.

Senada dengan itu, Haji Sugandi menegaskan bahwa momentum Lebaran Betawi bukan hanya soal tradisi, tetapi juga tentang memperkuat persatuan. “Kita harus tetap solid, menjaga budaya, dan saling merangkul,” ujarnya dalam suasana santai penuh kehangatan.

Kehadiran wartawan KompassIndonesiaNews turut memberikan warna tersendiri dalam kegiatan tersebut. Selain meliput, mereka juga ikut berbaur, berdiskusi, dan menyerap langsung aspirasi masyarakat.

Gelak tawa, aroma kopi, dan semangat kebersamaan menyatu dalam satu momen sederhana namun berkesan. Kegiatan ini menjadi bukti bahwa menjaga tradisi tidak selalu harus formal cukup dengan kebersamaan, komunikasi, dan niat untuk terus melestarikan budaya.

Melalui kegiatan ini, diharapkan nilai-nilai kearifan lokal Betawi tetap hidup dan menjadi perekat di tengah keberagaman masyarakat perkotaan.

Mutsalih/Mujar

NATAL-ANDI-SUHAY-II

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *