PALEMBANG — Kompassindonesianews.com Suasana haru dan penuh doa akan menyelimuti pelaksanaan Haul 7 Hari almarhumah Salwa, putri sulung tercinta dari pasangan Bapak Yudi Mulyanda dan Ibu Rina Muliyanti, yang akan digelar pada Minggu malam ba’da Magrib di kediaman keluarga, Lorong Sahabat 1, Talang Karet, Kelurahan Sentosa, Kecamatan Plaju, Kota Palembang. Minggu (10 Mei 2026)
Almarhumah Salwa merupakan anak pertama dari tiga bersaudara yang dikenal sebagai sosok baik, santun dan penuh semangat dalam menempuh pendidikan. Semasa hidupnya, ia tercatat sebagai mahasiswi semester akhir Program Studi Pendidikan Kewarganegaraan (PKN) Universitas Sriwijaya Kampus Bukit Besar Palembang.
Keluarga mengungkapkan, almarhumah sejatinya dijadwalkan mengikuti wisuda pada Juni mendatang di Kampus Inderalaya. Namun takdir Allah SWT berkata lain. Pada Senin, 4 Mei 2026 pukul 07.30 WIB, keluarga menerima kabar duka dari RS Charitas Palembang melalui Ibu Herlina, adik kandung Bapak Yudi Mulyanda.
“Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Allah lebih menyayangi almarhumah,” ungkap keluarga dengan penuh kesedihan.
Almarhumah juga diketahui merupakan cucu dari Basaruddin bin H. Bauddin dan Ayunah binti Simin, serta cicit dari Almarhum Brigadir Jenderal H. Sainan Sagiman, Gubernur Sumatera Selatan ke-10.
Pelaksanaan haul nantinya akan diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, Surah Yasin, tahlil dan doa bersama yang dipimpin Pengurus Musholla Shirotul Jannah bersama masyarakat sekitar.
Acara kemudian dilanjutkan dengan tausyiah agama oleh KH. Mgs. Ahmad Pauzan Yayan, SQ., Lc., Al-Hafidz atau yang akrab disapa Ust. Yayan. Beliau dikenal sebagai cicit Kiai Marogan yang memiliki sanad keilmuan hingga kepada Syarif Hidayatullah atau Sunan Gunung Jati, salah satu Wali Songo, sampai kepada Baginda Nabi Muhammad SAW.
Haul ini tidak hanya menjadi momentum doa untuk almarhumah, namun juga menjadi pengingat bagi semua tentang hakikat kehidupan dan pentingnya meninggalkan jejak amal terbaik.
Dalam renungan yang disampaikan keluarga, dikutip firman Allah SWT dalam QS. Al-Mulk ayat 2:
> *“Yang menciptakan mati dan hidup, untuk menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa, Maha Pengampun.”*
Ayat tersebut menjadi pengingat bahwa kehidupan adalah ujian untuk menjadi pribadi yang paling baik amalnya atau *ahsan ‘amala*.
Keluarga juga mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan momen ini sebagai refleksi diri agar terus memperbanyak amal kebaikan dan menjaga jejak kehidupan yang baik di tengah masyarakat.
“Percayalah, amal baik tidak pernah sia-sia. Bahkan setelah wafat, kebaikan akan terus dikenang dan menjadi pahala yang mengalir,” tulis keluarga dalam pesan duka yang disampaikan.
Melalui kesempatan ini, keluarga besar mengundang seluruh kerabat, sahabat, dan masyarakat untuk hadir, mendoakan almarhumah serta mengambil hikmah dari tausyiah yang akan disampaikan.
Doa terbaik pun dipanjatkan:
> *Allahummaghfirlaha warhamha wa ‘afiha wa’fu ‘anha*
> “Ya Allah, ampunilah dia, rahmatilah dia, selamatkanlah dia dan maafkanlah dia.”
Semoga almarhumah husnul khatimah, diterima seluruh amal ibadahnya, dilapangkan kuburnya dan ditempatkan di surga terbaik di sisi Allah SWT. Kepada keluarga yang ditinggalkan, semoga diberikan kesabaran, kekuatan dan ketabahan.
Hidup sekali, jadilah berarti. Mati sekali, tinggalkan warisan kebaikan.
Komarufin
Editor:Redaksi














