https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg

Ungkap Kebakaran di Seyegan, BPBD Sleman Ganden Perguruan Tinggi

https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg

Kabupaten SlemanKompassIndonesianews.com Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman, menyampaikan tentang keprihatinan atas kejadian yang terjadi di Kapanewon/Kecamatan Seyegan, Sleman dan berkomitmen untuk secara serius dalam penanganan kejadia ini. Kami memastikan seluruh elemen pemerintah untuk hadir bersama di lapangan untuk berkoordinasi dalam penganan kejadian kebakaran berulang kali di Seyegan, mulai dari Dinas terkait, unsur Kapanewon/Kecamatan, sampai dengan Kelurahan,” kata Kepala BPBD Kabupaten Sleman, Bambang Kuntoro, saat beri keterangan kepada awak media, Kamis (4/6/2026).

Lanjutnya, progres penangan bidang penelitian atau investigasi penyebab kebakaran yang berulang kali.

Karena Polri melalui tim gegana telah melakukan analisa terhadap kemungkinan bahan gas atau kimia biologi yang terdapat di lokasi sebagai pemicu terjadinya kebakaran, dan kami juga telah mengandeng akademisi dari UGM dan UPN melakukan penelitian secara geologi, geofisika, dan analisa gas baik di dalam rumah serta terhadap lingkungan di sekitar lokasi kebakaran berulang dengan menganalisa pemicu terjadinya kebakaran yang saat ini masih dalam tahap penelitian,” jelasnya.

Bambang menambahkan kami telah melibatkan instansi tingkat Kementerian dan Lembaga seperti BPTKG, dalam menganalisa sumber penyebab kebakaran dan analisa terhadap kemungkinan adanya timbunan gas maupun sumber lain sebagai pemicu kebakaran.

” Guna menjaga hal yang tidak kita inginkan, mobil pemadam kebakaran selalu kita siagakan di lokasi. Apabila terjadi timbul api dilakukan pemadaman langsung oleh relawan pemadam kebakaran, relawan kebencanaan, jaga warga, dan unsur terkait yang memang sudah standby di lokasi selama kondisi masih terjadi kebakaran secara berulang.

Selain itu, TRC BPBD Kabupaten Sleman juga disiagakan di lokasi kejadian untuk memantau perkembangan serta mendata kejadian kebakaran yang terjadi di Seyegan ini.

Sedangkan untuk penanganan dampak sosial, psikologi, dan logistik, Dinas Sosial Kabupaten Sleman telah melakukan bantuan distribusi logistik.

Kami dari BPBD Sleman juga telah membantu penanganan dari sektor kebutuhan logistik, dari logistik pangan bagi korban terdampak dan beberapa bantuan non pangan seperti tempat tidur, selimut, matras saat ini juga sedang di koordinasikan dengan BPBD Provinsi DIY untuk kebutuhan logistik pangan bagi unsur relawan yang piket di lokasi kejadian.

Dukungan psikologi bagi korban terdampak juga dilakukan oleh Dinas Kesehatan Sleman, sebagai bentuk pendampingan bagi keluarga yang menang mengalami trauma atas kejadian tersebut.

” Bidang keamanan dan perlindungan pihak dari TNI, Polri, unsur Kecamatan, Kalurahan, dan kelompok jaga warga melakukan pengamanan di sekitar lokasi dan melakukan patroli secara berkala untuk memastikan keamanan di lokasi kejadian.

Bidang mitigasi dan kesiapsiagaan, pemerintah Kabupaten Sleman melalui BPBD dan Pemadam Kebakaran Sleman, melakukan edukasi serta penanganan yang mudah serti bagaimana penggunaan APAR untuk diaplikasikan apabila muncul titik api di lokasi kejadian.

” Kami juga melakukan himbauan kesiapsiagaan di lokasi maupun masyarakat di sekitar lokasi, untuk dapat melaporkan apabila terjadi kebakaran berulang baik di lokasi maupun di sekitar lokasi.

Bambang, juga menambahkan kami juga melakukan himbauan upaya mitigasi agar barang – barang yang memiliki sifat mudah terbakar, untuk dijauhkan dari lokasi atau sumber titik api muncul agar dampak dari kebakaran dapat diminimalisir.

BPBD Sleman juga menghimbau kepada masyarakat tetap tenang dan tidak panik, namun tetap meningkatkan kesiapsiagaan.

Memastikan instalasi listrik, hindari membakar sampah tanpa pengawasan terlebih saat ini sudah mulai masuk musim kemarau.

Dan segera melaporkan kepada pemerintah atau Dinas terkait apabila melihat hal yang mencurigakan atau munculnya titik api, menjaga keamanan di sekitar lokasi dan menunggu hasil kajian dan penelitian secara ilmiah,” tutup Bambang.

(Joni)

NATAL-ANDI-SUHAY-II

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *