https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg

Bulan Bung Karno, Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa Tugas Kita Teruskan Api Perjuangan untuk Kesejahteraan Wong Cilik

https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg

Kabupaten SlemanKompassIndonesianews.com Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sleman yang juga Wakil Bupati Kabupaten Sleman, Danang Maharsa, S.E, menegaskan bahwa Bulan Juni sebagai Bulan Bung Karno adalah momentum penting untuk mewarisi api perjuangan sang proklamator. Hal tersebut disampaikannya saat ditemui di ruang kerjanya, Senin 8 Juni 2026.

Danang Maharsa menjelaskan, berbagai kegiatan digelar DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sleman sepanjang Juni untuk memaknai Bulan Bung Karno, mulai dari donor darah, pelepasan bibit ikan, hingga bedah buku tentang Soekarno.

” Kenapa bulan Juni ini penting, pertama bulan kelahiran Bung Karno 6 Juni tahun 1901. Kedua, tanggal 21 Juni 1970 wafatnya Bung Karno. Jadi kita mengenang beliau untuk mewarisi semangat dan ideologinya bagi generasi mendatang,” tegas Danang Maharsa.

Lebih lanjut, ia mengingatkan ide perjuangan Bung Karno saat merebut kemerdekaan adalah tanggung jawab bersama yang harus diteruskan. Proklamasi itu rahmat Tuhan yang perlu kita jaga dan pertahankan, tugas kita hari ini berjuang di satu titik bagaimana mencapai kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Danang menekankan, gagasan Pancasila yang digali Bung Karno terbukti ampuh menjaga Indonesia tetap utuh di tengah kemajemukan agama, ras, suku, dan golongan. Sampai hari ini kita masih bisa berdampingan, ini konsep kebangsaan yang menuntut tanggung jawab keutuhan NKRI,” tambahnya.

” Wong cilik jadi prioritas roda pemerintahan, kita sebagai pejabat publik tugasnya adalah meneruskan konsep dan pemikiran Bung Karno dalam roda pemerintahan. Bung Karno Bapak bangsa, entah 100 tahun lagi belum tentu ada tokoh seperti beliau.” Beliau berjuang di bawah tekanan demi kemerdekaan, sekarang tugas kita lebih ringan tapi fokusnya jelas kesejahteraan masyarakat.

Baginya, program sebagus apapun tidak akan jalan tanpa dukungan rakyat. Pajak dari masyarakat pembangunan dari masyarakat ini harus kita pahami sebagai satu kesatuan, saya menjabat karena dipilih wong cilik maka wong cilik harus jadi prioritas,” tegas Danang.

Di Kabupaten Sleman, kepedulian pada wong cilik diwujudkan lewat pendidikan untuk mengentaskan kemiskinan. Ilmu itu akan dibawa sampai mati, sebaiknya diberikan ke orang lain, itu warisan Bung Karno juga,” imbuhnya.

” Lalu isu pangan, Danang menyebut Pemkab Sleman terus membangun dengan satu catatan, menekan seminimal mungkin penggusuran lahan pertanian untuk permukiman. Ini bagian dari semangat berdikari Bung Karno, kalau pangan kita aman, Kabupaten Sleman berdaulat.

Box rangkaian Bulan Bung Karno, DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sleman selenggarakan donor darah massal kader dan masyarakat, pelepasan bibit ikan di embung – embung desa, bedah buku tentang pemikiran Soekarno, sarasehan kebangsaan, api perjuangan untuk wong cilik.

Danang menutup, kemerdekaan yang diperjuangkan Bung Karno adalah jihad yang harus dijaga. Konsep kebangsaan yang sudah merdeka ini, menuntut tanggung jawab kita semua. Api perjuangan jangan padam, untuk Sleman, untuk Indonesia merdeka,” pungkasnya.

(Joni)

NATAL-ANDI-SUHAY-II

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *