https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg

Wabup Intan Tegaskan Pendidikan Harus Bebas dari Segala Bentuk Kekerasan

https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg

TangerangKompassindonesianews.com
Wakil Bupati Tangerang, Intan Nurul Hikmah, menegaskan bahwa lingkungan pendidikan harus terbebas dari segala bentuk kekerasan terhadap anak.

Hal tersebut disampaikannya saat membuka Sosialisasi Pencegahan Kekerasan terhadap Anak di Sekolah bagi Guru PAUD dan TK se-Kabupaten Tangerang, Rabu (10/6/2026).

Saya ingin menegaskan bahwa tidak boleh ada ruang bagi segala bentuk kekerasan di lingkungan pendidikan. Kita harus memastikan sekolah benar-benar bebas dari segala bentuk kekerasan, baik kekerasan fisik, verbal, psikologis, perundungan maupun bentuk kekerasan lainnya,” ujar Intan.

Menurutnya, kekerasan terhadap anak bukan persoalan sepele. Bentakan, ejekan, kata-kata yang merendahkan hingga perundungan dapat meninggalkan luka yang membekas dan memengaruhi tumbuh kembang anak.

Karena itu, pendekatan yang mengedepankan kasih sayang, komunikasi positif, kesabaran, serta keteladanan harus menjadi budaya dalam dunia pendidikan, khususnya pada jenjang usia dini.

“Apa yang diajarkan dan dicontohkan oleh guru hari ini akan melekat dalam ingatan anak-anak hingga mereka dewasa nanti. Karena itu saya meyakini bahwa guru bukan hanya pendidik, tetapi juga pelindung, pembimbing, sekaligus teladan bagi anak-anak kita,” katanya.

Intan juga menyoroti peran strategis guru PAUD dan TK dalam membentuk karakter anak pada masa emas pertumbuhan. Menurutnya, kolaborasi seluruh pihak menjadi kunci keberhasilan pembangunan manusia seutuhnya.

“Bapak dan ibu guru merupakan salah satu garda terdepan dalam mewujudkan Kabupaten Tangerang Layak Anak,” tegasnya.

Ia menambahkan, Pemerintah Kabupaten Tangerang memiliki komitmen kuat untuk mewujudkan Kabupaten Layak Anak.

Untuk itu, ia mengajak seluruh guru PAUD dan TK terus memperkuat sinergi dan kolaborasi agar sekolah menjadi rumah kedua yang aman, nyaman, dan menyenangkan bagi anak-anak.

“Mari kita jadikan sekolah sebagai rumah kedua yang aman dan menyenangkan bagi setiap anak untuk tumbuh tanpa kekerasan,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Tangerang, Asep Suherman, menjelaskan kegiatan tersebut diikuti guru PAUD dan TK dari 29 kecamatan.

Sosialisasi menghadirkan narasumber dari Universitas Paramadina Jakarta serta Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Provinsi Banten.

“Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan pemahaman, pengetahuan, dan kapasitas guru PAUD dan TK dalam upaya mencegah, mengenali, serta menangani berbagai bentuk kekerasan terhadap anak,” jelas Asep

Penulis: Rudy

NATAL-ANDI-SUHAY-II

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *