https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg

Hadiri Wiwitan Tani Gapoktan Sinduadi, Bupati Harda Kiswaya Tegaskan Tradisi Wiwitan Tetap Lestari dan Pertanian Semakin Maju

https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg

Kabupaten SlemanKompassIndonesianews.com Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Sinduadi menyelenggarakan tradisi wiwitan tani sebagai ungkap rasa syukur menjelang panen padi. Acara tersebut diselenggarakan di Dusun Pojok, Kalurahan Sinduadi, Kapanewon/Kecamatan Mlati, Sleman. Bupati Kabupaten Sleman, Harda Kiswaya, hadir sekaligus melakukan panen padi secara simbolis yang juga didampingi oleh Lurah Sinduadi, Senen Haryanto, Panewu/Camat Mlati, Dyah Purwati, serta Forkopimkap Mlati.

” Dalam sambutannya, Bupati Harda Kiswaya, menyampaikan dengan budaya wiwitan tani ini bukan sekedar ritual adat saja melainkan ungkapan syukur atas hasil bumi yang melimpah. Ia menyebut, pertanian di Kabupaten Sleman menghadapi tantangan serius khususnya alih fungsi lahan pertanian menjadi pemukiman. Sehingga, upaya intesifikasi pertanian diperlukan untuk mempertahankan ketahanan pangan.

Lanjutnya, Pemkab Sleman melalui Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan siap mendukung dan memfasilitasi kebutuhan sektor pertanian mulai dari pembenihan bibit unggul, bantuan pupuk dan mesin pertanian,” terang Bupati.

” Pada dikesempatan yang sama, Bupati Harda Kiswaya, juga mengajak generasi untuk semakin mencintai dunia pertanian dan turut berperan dalam menjaga keberlanjutan sektor pertanian di Kabupaten Sleman. Menurutnya, regenerasi petani menjadi salah satu faktor penting dalam mewujudkan pertanian yang maju dan berkelanjutan.

Ia juga membuka ruang komunikasi yang seluas – luasnya bagi Gapoktan maupun Kelompok Wanita Tani (KWT), untuk menyampaikan aspirasi, kebutuhan, serta berbagai masukan guna mendukung pengembangan sektor pertanian di Sleman,” tutup Bupati.

” Sementara itu, Lurah Sinduadi, Senen Haryanto, menyampaikan bahwa lahan pertanian yang dikelola Gapoktan Sinduadi memiliki luas sekitar 20 hingga 30 hektare dengan status tanah Kas Desa.

Lurah juga menambahkan pemerintah Kalurahan Sinduadi berkomitmen mendukung pengembangan sektor pertanian melalui kolaborasi dengan Dinas Pertanian, Fakultas Biologi UGM, dan Institut Pertanian Yogyakarta dalam mengupayakan hasil produk tani yang optimal.

Kami akan terus mendukung Gapoktan dalam menjaga dan memanfaatkan tanah Kas Desa, untuk lahan pertanian bagi masyarakat,” ujar Senen.

” Selain budidaya padi, Lurah Senen juga menyampaikan bahwa pengembangan komoditas hortikultura seperti buah – buahan juga berpotensi untuk dikembangkan di wilayah Sinduadi. Langkah ini, diharapkan dapat meningkatkan produktivitas lahan sekaligus memberikan nilai tambah bagi para petani.

Melalui pelaksanaan tradisi wiwitan dan sinergi berbagai pihak, diharapkan sektor pertanian di Kabupaten Sleman dapat terus berkembang, menjaga ketahanan pangan daerah, serta menjadi salah satu penopang kesejahteraan masyarakat di tengah dinamika pembangunan wilayah,” pungkasnya.

(Joni)

NATAL-ANDI-SUHAY-II

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *