https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg

Asesmen Psikologis Penting Dilakukan Sebelum Guru Menangani Anak Berkebutuhan Khusus

https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg

Banjarnegara, kompasindonesianews.com – Asesmen psikologis merupakan langkah penting yang perlu dilakukan sebelum guru memberikan layanan pendidikan kepada anak berkebutuhan khusus maupun anak yang mengalami hambatan belajar. Melalui asesmen yang komprehensif, guru dapat memahami karakteristik, potensi, serta kebutuhan anak secara lebih tepat sehingga program pembelajaran yang diberikan menjadi efektif dan sesuai sasaran.

Menurut Alta Aviva P, S.Psi., M.Psi., Psikolog, di sekolah incklusi banjarnegara pada 21/6/26 mengatakan asesmen psikologis tidak bertujuan untuk memberikan label kepada anak, melainkan sebagai upaya mengenali kekuatan, tantangan, dan cara belajar terbaik yang dimiliki setiap individu. Hal tersebut menjadi dasar penting dalam menentukan strategi pembelajaran, bentuk pendampingan, maupun intervensi yang diperlukan anak.

“Setiap anak memiliki karakteristik yang unik. Dengan asesmen psikologis, guru dapat memahami bagaimana anak menerima informasi, berinteraksi dengan lingkungan, serta mengetahui kebutuhan dukungan yang tepat. Hal ini akan membantu guru menyusun pembelajaran yang lebih adaptif dan ramah bagi anak,” ujar Alta Aviva.

Asesmen psikologis dapat mencakup pengukuran kemampuan kognitif, perkembangan sosial-emosional, kemampuan adaptasi, perhatian, perilaku, hingga identifikasi kesulitan belajar tertentu.

Hasil asesmen juga menjadi bahan komunikasi yang penting antara psikolog, guru, dan orang tua dalam menyusun program pendidikan yang berorientasi pada perkembangan optimal anak.

Lanjut, Alta Aviva menegaskan bahwa penanganan anak tanpa didahului asesmen berpotensi menyebabkan strategi pembelajaran yang kurang tepat, sehingga perkembangan anak tidak dapat terfasilitasi secara maksimal. Sebaliknya, asesmen yang dilakukan sejak dini memungkinkan adanya intervensi yang lebih cepat, terarah, dan berkesinambungan.

Melalui kolaborasi antara psikolog, guru, sekolah, dan keluarga, diharapkan setiap anak memperoleh kesempatan belajar yang setara, bermakna, serta mampu mengembangkan potensi terbaik yang dimilikinya.

Rudolf

Narasumber Arief Suyono

NATAL-ANDI-SUHAY-II

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *