https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg

Sang pahlawan Palembang tak pernah menyerah: mengenang perjuangan Sultan Mahmud Badaruddin II

https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg

OPINI

Palembang, 23 Juni 2026Kompassindonesianews Di balik nama Bandara SMB II yang kita lewati tiap hari, ada kisah seorang raja yang pilih dibuang daripada berlutut. Sultan Mahmud Badaruddin II sampai akhir hayatnya tetap tegak.

Berdiri saat dunia memaksa tunduk

1803-1821, beliau pimpin Kesultanan Palembang Darussalam. Saat Inggris-Belanda rebutan monopoli lada & timah, SMB II jawab: “Palembang bukan gudang kolonial”.
Perang 1819-1821 meletus. Kuto Besak dibakar, istana rata, kesultanan dibubarkan 1 Juli 1821. Tapi beliau nggak tanda tangan penyerahan. Pilihannya: dibuang ke Batavia lalu Ternate sampai wafat 26 November 1852.

Masukan para sejarawan: kenapa beliau nggak menyerah?*

*Prof. Dr. M. Ali Hanafiah, UNSRI*: “Beliau nggak menyerah karena punya strategi. Lawan meriam Belanda, beliau pakai biduk & rawa Sungai Musi. Gerilya malam hari.”

*Dr. Rasyid Umar Alhamidi*: “Dari naskah ketemu: SMB II nolak kontrak Belanda karena monopoli bikin rakyat kelaparan. Beliau bilang: Sultan boleh miskin, rakyat jangan.”

*KH. Ahmad Syafi’i Mufid*: “Nggak menyerah karena ada iman. Tiap mau perang, kumpul ulama di Masjid Agung dulu. Jadikan lawan Belanda jihad fi sabilillah.”

*Prof. Dr. Aboe Dja’far, M.A., UNSRI*: “Kalimat kunci: Kalah perang boleh, kalah kedaulatan jangan.”

*Umar Said*: Penulis biografi SMB II yang bikin kisahnya dekat ke anak muda.

Penyerahan SK: negara akui keteguhannya*
1984 resmi jadi *Pahlawan Nasional RI* lewat *SK Presiden No. 063/TK/1984*. Gubernur Sumsel saat itu *Sainan Sagiman* 1982-1988 yang jemput dokumennya ke Jakarta.
Hari ini namanya jadi *Bandara Internasional SMB II*.

Dibuang boleh, dibakar boleh, tapi menyerah? Tidak.
“Selama Sungai Musi masih mengalir, semangat SMB II nggak akan mati”

(Komar)

NATAL-ANDI-SUHAY-II

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *