https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg

Bupati Humbahas Sambut Panitia Sinode Besar GPI 2026, Dorong Penguatan Pelayanan dan Sinergi Gereja-Pemerintah

https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg

Humbahas. Kompassindonesianews.com- Menjelang pelaksanaan Sinode Besar Gereja Pentakosta Indonesia (GPI) Tahun 2026, panitia pelaksana bersama Pengurus GPI Wilayah Humbang Hasundutan melakukan kunjungan silaturahmi kepada Bupati Humbang Hasundutan Dr. Oloan Paniaran Nababan, SH, MH, Selasa (23/6/2026).

Pertemuan yang berlangsung di ruang kerja Bupati Humbahas tersebut merupakan bagian dari rangkaian persiapan pelaksanaan Sinode Besar GPI Tahun 2026 yang akan digelar pada 3–5 Juli 2026 di Pematangsiantar.

Dalam kesempatan itu, Bupati Humbahas didampingi Staf Ahli Bupati Marusaha Nababan dan Asisten Administrasi Umum Jaulim Simanullang.

Sementara rombongan panitia Sinode Besar GPI 2026 turut hadir mewakili Pdt. Drs. Sabam Sinaga, M.M., Anggota DPR RI Komisi X sekaligus Steering Committee (Panitia Pengarah). Hadir di antaranya Pdt. Dr. L. Simanullang, S.IP., M.Th, Pdt. P.D. Togatorop, M.Th, Gr. Harmoko Sinaga, S.Hut, serta Staf Tenaga Ahli DPR RI A-538 Pdt. Mangaranap Sinaga, SH, M.Th.

Mewakili panitia, Pdt. Dr. L. Simanullang menyampaikan bahwa Gereja Pentakosta Indonesia memiliki sejarah panjang yang berakar dari Paranginan, Kabupaten Humbang Hasundutan.

Menurutnya, GPI didirikan pada tahun 1942 oleh putra daerah Paranginan, Pdt. Ev. Renatus Siburian, yang kemudian menjadi salah satu tokoh awal perkembangan pelayanan GPI.

“GPI saat ini telah berkembang dengan sekitar 1.500 sidang atau gereja yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia hingga mancanegara. Perkembangan ini menjadi bukti kontribusi GPI dalam pelayanan rohani maupun sosial kepada masyarakat,” ujarnya.

Sinode Besar GPI Tahun 2026 mengangkat tema “Mengambil bagian dalam pertandingan menguasai diri untuk mahkota abadi” yang bersumber dari 1 Korintus 9:25, dengan subtema “Untuk kompleksitas global, gereja meningkatkan pelayanan spiritual dan sosialnya.”

Pdt. L. Simanullang juga menyampaikan bahwa Sinode Besar menjadi momentum penting bagi GPI untuk memperkuat pelayanan dan menjawab tantangan zaman.

Bupati Humbang Hasundutan Dr. Oloan Paniaran Nababan, SH, MH menyambut baik rencana pelaksanaan Sinode Besar GPI 2026 dan berharap seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan sukses, aman, dan membawa dampak positif bagi seluruh jemaat GPI.

“Apapun hasil dari sinode nantinya, diharapkan dapat membawa kebaikan dan diterima dengan damai oleh seluruh jemaat GPI di Indonesia,” kata Bupati.

Bupati juga menegaskan bahwa lembaga keagamaan memiliki peran penting dalam pembangunan daerah, khususnya dalam membentuk karakter masyarakat.

Menurutnya, gereja merupakan mitra strategis pemerintah dalam membina sumber daya manusia yang berkarakter baik dan memiliki nilai moral, sejalan dengan visi dan misi Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan.

Melalui pelaksanaan Sinode Besar GPI Tahun 2026, diharapkan seluruh pengurus, gembala, dan jemaat GPI semakin mempererat persatuan, memperkuat pelayanan, serta menghasilkan langkah-langkah strategis bagi perkembangan gereja di masa mendatang.

( Marhuarar Pangaribuan)

NATAL-ANDI-SUHAY-II

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *