JAKARTA – KompassIndonesiaNews Rangkaian pemakaman kenegaraan *Ayatullah Ali Khamenei* digelar pada Juli 2026 setelah tertunda selama 4 bulan. Prosesi pelepasan terakhir Pemimpin Tertinggi Republik Islam Iran itu dilaksanakan serentak dan juga diperingati di Indonesia.
Ayatullah Ali Khamenei wafat pada *28 Februari 2026*. Karena situasi perang dan keamanan, prosesi pemakaman kenegaraan baru dapat dilaksanakan *3 – 9 Juli 2026*. Rangkaian dimulai dari Teheran dan Qom, dilanjutkan ke Najaf dan Karbala di Irak, serta ditutup dengan pemakaman di Kompleks Makam Imam Reza, Mashhad pada *9 Juli 2026*. Pemerintah Iran memperkirakan belasan juta pelayat hadir sepanjang prosesi.
Di tengah rangkaian tersebut, situasi di kawasan memanas dengan adanya laporan serangan ke infrastruktur di kawasan Teluk. Indonesia menyayangkan setiap tindakan yang berpotensi melanggar hukum internasional dan hukum humaniter.
*Kehadiran Utusan Dunia*
Pemakaman ini dihadiri para utusan resmi dari berbagai negara. *Rusia* diwakili *Dmitry Medvedev* selaku Utusan Khusus Presiden Vladimir Putin. *China* diwakili *He Wei*, Wakil Ketua Kongres Rakyat Nasional. Hadir pula utusan dari *Pakistan, Turki, Irak, Afghanistan, India* dan negara-negara lain.
Presiden *Xi Jinping* dan Presiden *Vladimir Putin* turut menyampaikan belasungkawa resmi kepada pemerintah dan rakyat Iran.
*Perwakilan Indonesia*
Pada prosesi awal, *Pemerintah Indonesia diwakili Duta Besar RI untuk Iran*.
*Menteri Luar Negeri RI, Sugiono*, dan *Ketua MPR RI* direncanakan hadir sebagai utusan negara pada rangkaian acara selanjutnya, menunggu konfirmasi jadwal dari otoritas Iran.
Di Jakarta, *Kedutaan Besar Republik Islam Iran* menggelar acara tahlilan, pembacaan doa, dan ceramah kebangsaan pada awal Juli 2026. Acara dihadiri tokoh lintas agama, ormas Islam, dan masyarakat umum.
Dubes Iran untuk Indonesia, *Mohammad Boroujerdi*, menyampaikan apresiasi kepada rakyat Indonesia atas solidaritasnya. Dari Indonesia, *Ibu Megawati Soekarnoputri* kembali menyampaikan surat belasungkawa kepada keluarga dan penerus Khamenei, *Mojtaba Khamenei*.
Di Solo, pertemuan Dubes Iran dengan *Bapak Jokowi* juga menjadi bagian dari rangkaian penghormatan.
*Seruan Indonesia*
Indonesia menyerukan kepada semua pihak untuk:
*Menghormati hukum internasional* dan perjanjian yang telah disepakati
*Menahan diri* agar tidak terjadi eskalasi di kawasan strategis seperti *Selat Hormuz* demi kelancaran perdagangan dunia
*Mengutamakan diplomasi* sebagai jalan utama penyelesaian konflik
*Pesan Persatuan*
Kedubes Iran di Jakarta menegaskan: _”Dari masjid ke gereja, dari Muslim ke Kristen Armenia, Iran berduka bersama. Ketika sebuah bangsa berduka, persatuan adalah suara terkuatnya.”_
( Komarudin )














