Kabupaten Sleman – KompassIndonesianews.com Di tengah perkembangan teknologi informasi, perubahan sosial, dan derasnya arus globalisasi, tantangan yang dihadapi keluarga semakin kompleks. Tidak hanya persoalan ekonomi dan pendidikan, tetapi juga tantangan dalam membentuk karakter anak, menjaga kerukunan keluarga, membangun toleransi, serta menanamkan nilai – nilai kebangsaan sejak dini.
” Hal tersebut dispaikan oleh Kepala Kantor Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Sleman, Muhamad Aji Wibowo, saat membuka seminar pembentukan dan penumbuhan karakter keluarga bertempat di Aula I Kabupaten Sleman, Kamis 16 Juli 2026.
Aji menyebut, keluarga merupakan sekolah pertama bagi setiap anak. Dari keluarga lahir generasi yang memiliki integritas, disiplin, kepedulian sosial, semangat gotong royong, cinta tanah air, dan penghormatan terhadap keberagaman. Oleh karena itu, memperkuat karakter keluarga merupakan langkah strategis dalam memperkokoh ketahanan masyarakat dan ketahanan bangsa,” tegasnya.
” Lanjutnya, dalam perspektif Badan Kesatuan Bangsa dan Politik, keluarga yang harmonis dan berkarakter merupakan fondasi penting bagi terwujudnya stabilitas sosial dan kehidupan masyarakat yang damai. Nilai – nilai Pancasila tidak akan tumbuh dengan baik, apabila tidak ditanamkan terlebih dahulu di lingkungan keluarga,” tambahnya.
Oleh karena itu, kami sangat mengapresiasi peran Tim Pengerak PKK, baik di tingkat Kapanewon/Kecamatan maupun Kalurahan. PKK selama ini menjadi mitra strategis pemerintah yang hadir langsung di tengah masyarakat, melalui berbagai program PKK telah berkontribusi dalam membangun keluarga yang sehat, mandiri, sejahtera, dan berkarakter.
” Kami berharap TP PKK dapat menjadi agen perubahan dalam mengimplementasikan hasil seminar ini, apa yang dirumuskan dalam draft pembentukan dan penumbuhan karakter keluarga hendaknya dapat diterjemahkan menjadi gerakan nyata melalui kegiatan pembinaan keluarga, pendidikan karakter, penguatan nilai – nilai Pancasila, pencegahan kekerasan dalam rumah tangga, pencegahan penyalahgunaan narkoba, pencegahan radikalisme, serta peningkatan kepedulian sosial di lingkungan masing – masing.
Lebih lanjut, Aji menambahkan seminar ini diharapkan menjadi ruang untuk berdiskusi, bertukar pengalaman, serta menyempurnakan draft yang telah disusun agar benar – benar sesuai dengan kondisi masyarakat Kabupaten Sleman. Masukan dari para peserta sangat penting, karena bapak dan ibu adalah pihak yang paling memahami dinamika kehidupan keluarga di wilayah masing – masing.
” Semoga melalui kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Sleman, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik, Tim Penggerak PKK, akademisi, dan seluruh pemangku kepentingan, kita mampu mewujudkan keluarga yang tangguh, berkarakter, serta menjadi pondasi bagi terwujudnya masyarakat Kabupaten Sleman yang rukun, harmonis, berbudaya, dan berlandaskan nilai – nilai Pancasila,” tutup Aji.
” Dalam pelaksanaan seminar pada hari ini, Bakesbangpol Sleman juga mengundang narasumber Dosen Fisipol Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Dr. Yayuk Hidayah, S.Pd. dan Mugi Rahayu, S.Pd, TP PKK Kabupaten Sleman.
(Joni)














