https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg

Viral! Pasien Mengaku Ditolak IGD RSUD M. Yunus Saat Kondisi Kritis, Alasannya Kapasitas Penuh”

https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg

BENGKULU –  Kkmpassindonesianews.Com Seorang warga Kota Bengkulu bernama Miya mengaku tidak mendapatkan pelayanan di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Dr. M. Yunus Bengkulu pada Kamis (30/7/2026) malam. Miya mengaku diminta pulang dengan alasan kapasitas IGD penuh, padahal saat itu kondisinya disebut sudah lemah akibat batuk parah,sesak hingga mengalami kejang.

Berdasarkan pengakuan Miya kepada wartawan yang juga diperkuat melalui percakapan WhatsApp yang diterima redaksi, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 20.30 WIB. Ia datang ke RSUD Dr. M. Yunus untuk mendapatkan penanganan medis karena batuk yang dideritanya semakin memburuk.
Namun, menurut Miya, sesampainya di depan IGD, ia belum sempat turun dari mobil ketika seorang petugas yang berada di bagian penerimaan pasien langsung menyampaikan bahwa ruang IGD sedang penuh.
“Belum turun dari mobil sudah dibilang, ‘Maaf Bu, IGD penuh’,” ungkap Miya sebagaimana tertuang dalam percakapan WhatsApp yang diterima wartawan.
Miya menuturkan petugas yang menyampaikan informasi tersebut mengenakan pakaian putih dan masker. Menurutnya, saat itu tidak ada pemeriksaan awal ataupun penilaian terhadap kondisi kesehatannya.
Dalam percakapan WhatsApp tersebut, Miya juga mengaku sempat menghubungi dokter yang selama ini menangani dirinya agar membantu berkoordinasi dengan petugas IGD. Namun hingga beberapa saat menunggu, ia mengaku tidak memperoleh kepastian mengenai pelayanan yang akan diberikan.
“Saya sampai telepon dokter yang biasa menangani saya supaya berbicara dengan petugas IGD, tapi belum juga ada jawaban,” ujarnya.
Saat tiba di rumah sakit, Miya mengaku kondisinya sudah sangat lemah. Ia mengatakan tidak mampu berbicara karena batuk yang terus-menerus, disertai sesak, kram perut, nyeri pada tulang ekor, serta rasa sakit hampir di seluruh tubuh.
“Saya sudah tidak bisa bicara karena batuk tidak berhenti. Perut kram, tulang ekor sakit, seluruh badan terasa sakit,” katanya.
Karena merasa tidak mendapatkan penanganan, Miya kemudian berusaha mencari pertolongan ke rumah sakit lain. Namun, menurut pengakuannya, rumah sakit yang didatanginya juga menyampaikan kondisi serupa karena kapasitas perawatan penuh. Akhirnya, ia memutuskan kembali ke rumah tanpa mendapatkan perawatan.
“Sampai sekarang saya masih menahan sakit. Badan sempat kejang-kejang dan sampai malam ini kondisinya belum membaik,” tuturnya.
Miya mengaku kecewa atas pelayanan yang diterimanya. Ia menilai setidaknya dirinya berhak mendapatkan pemeriksaan awal atau penjelasan medis sebelum diputuskan tidak dapat dilayani. Atas kejadian tersebut, ia berencana menyampaikan laporan resmi kepada Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu agar peristiwa serupa tidak dialami pasien lain.
Sementara itu, hingga berita ini diterbitkan, pihak manajemen RSUD Dr. M. Yunus Bengkulu belum memberikan keterangan resmi terkait pengakuan Miya. Wartawan masih berupaya memperoleh konfirmasi mengenai kronologi kejadian, kondisi kapasitas IGD pada Kamis malam, prosedur penanganan pasien yang datang saat ruang perawatan penuh, serta apakah telah dilakukan proses triase atau pemeriksaan awal terhadap pasien sebelum disampaikan bahwa kapasitas IGD penuh.

Pewarta : Mimi (F.A)

NATAL-ANDI-SUHAY-II

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *