https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg

Tanamkan Nilai – Nilai Pancasila Kepada Masyarakat, 75 Peserta Latsar Bela Negara Dikukuhkan

https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg

Kabupaten SlemanKompassIndonesianews.com Kantor Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Sleman kembali mengukuhkan Latsar Bela Negara, bertempat di Aula Kalurahan Trihanggo, Kapanewon/Kecamatan Gamping, Sleman, pada Kamis 30 Juli 2026.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Sleman, Muhamad Aji Wibowo, mengatakan semangat bela negara tidak lagi hanya dimaknai sebagai kesiapan mempertahankan kedaulatan melalui kekuatan fisik, tetapi juga diwujudkan dalam kemampuan menghadapi berbagai tantangan global yang berkembang pesat.

” Kegiatan yang diinisiasi Kantor Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Sleman ini juga bekerja sama dengan anggota DPRD Kabupaten Sleman dari Fraksi PPP, Fika Chusnul Chotimah, melalui program pokok – pokok pikiran ini juga menghadirkan Fasilitator Bela Negara, Syaiful Rahman, sebagai narasumber.

Dalam pemaparannya, Syaiful mengajak seluruh peserta memahami bahwa Bela Negara pada era globalisasi memiliki dimensi yang jauh lebih luas dibandingkan masa lalu.

” Menurutnya, Indonesia saat ini menghadapi berbagai bentuk persaingan dan ancaman nonmiliter, mulai dari perang informasi, perang ekonomi, perang budaya, perang siber, perang ideologi, hingga perkembangan kecerdasan buatan (artificial intelligence atau AI),” jelasnya.

Perubahan teknologi membawa peluang sekaligus ancaman. Globalisasi tidak bisa dihindari, tetapi dapat dimanfaatkan sekaligus diwaspadai,” tambahnya di hadapan peserta.

” Lebih jauh, ia menjelaskan bahwa implementasi Bela Negara tetap berpijak pada lima nilai dasar, yakni cinta tanah air, sadar berbangsa dan bernegara, setia kepada Pancasila sebagai ideologi negara, rela berkorban untuk bangsa dan negara, serta memiliki kemampuan awal Bela Negara.

Menurut Syaiful, nilai – nilai tersebut menjadi fondasi penting bagi masyarakat untuk tetap tangguh menghadapi perubahan zaman tanpa kehilangan jati diri sebagai bangsa Indonesia.

Di akhir sesi, peserta diajak melakukan refleksi bahwa Bela Negara sejatinya dimulai dari diri sendiri. Refleksi itu diwujudkan melalui sikap jujur dalam menilai diri serta kemauan untuk terus berbenah, seperti menjaga persatuan, bijak menggunakan media sosial, menghormati perbedaan, mencintai produk dalam negeri, aktif membangun masyarakat, dan menjadi teladan di lingkungan masing – masing.

” Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Sleman berharap pemahaman masyarakat terhadap nilai – nilai Bela Negara semakin kuat sehingga mampu menjadi benteng menghadapi berbagai tantangan global sekaligus memperkokoh persatuan dan ketahanan bangsa.

(Joni)

NATAL-ANDI-SUHAY-II

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *