https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg

PMI Sleman Mulai Layani Permintaan Air Bersih Bagi Warga Terdampak Kekeringan

https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg

SLEMAN – KompassIndonesianews.com, Pada musim kemarau ini di Sleman telah ada beberapa wilayah yang warganya mengalami kekurangan air bersih. Untuk meringankan beban mereka, Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Sleman juga mulai memberi bantuan air bersih bagi warga yang wilayahnya mengalami kekeringan tersebut.

Hal itu dikatakan Ketua Bidang Penanggulangan Bencana (PB) PMI Sleman Ir Arip Pramana MT ketika memimpin pemberian bantuan air bersih di Padukuhan Kemirikebo, Kalurahan Girikerto, Kapanewon Turi, Kabupaten Sleman, Jumat 14 Agustus 2026.

Menurut Arip Pramana, air bersih yang diberikan PMI Sleman kepada warga Kemirikebo ini sebanyak dua truk tangki atau sebanyak 10.000 liter air.

Bantuan air bersih ke Padukuhan Kemirikebo ini merupakan yang kedua kalinya, karena pada tanggal 7 Agustus lalu, PMI Sleman juga sudah memberikan bantuan air bersih ke Padukuhan Mirikebo ini sebanyak 10.000 liter. Sehingga total air bersih yang diberikan kepada warga Kemirikebo sudah sebanyak empat truk tangki atau 20.000 liter.

Mengingat musim kemarau masih panjang dan wilayah yang terancam kekeringan di Sleman juga semakin bertambah, maka PMI Sleman juga akan terus memberikan bantuan air ke berbagai wilayah yang membutuhkan.

“Syarat untuk mendapatkan bantuan air bersih dari PMI Sleman tidak Sulit. Yakni cukup mengajukan permohonan ke PMI Sleman yang kemudian dilakukan peninjauan dan bila dipandang memungkinkan untuk dibantu tentu akan dibantu,” kata Arip Mantan Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Sleman ini.

Arip menambahkan, dana yang disiapkan PMI Sleman untuk biaya pemberian bantuan air bersih kepada warga sebanyak Rp 148 juta yang terdiri dari dana kedaruratan sebanyak Rp 48 juta dan dana kontingensi sebesar 100 juta atau senilai 296 tanki air.

“Alokasi dana yang disiapkan untuk membantu masyarakat sebesar itu, semuanya berasal dari masyarakat yang dikumpulkan melalui program Bulan Dana PMI Sleman. Sehingga bantuan masyarakat ini juga berasal dari masyarakat,” kata Arip.

Ketua Pamsimas Banyumili Padukuhan Kemirikebo, Poniman mengatakan bahwa warga Kemirikebo yang kini kekurangan air bersih sebanyak 175 keluarga tersebar di empat wilayah RT dengan jumlah penduduk sebanyak 640 jiwa.

Kekurangan air sangat dirasakan warga sejak Juli lalu, karena sumber mata air di sungai Krasak yang selama ini diandalkan untuk memenuhi kebutuhan warga Kemirikebo, debitnya terun drastis. Sehingga untuk memenuhi kebutuhan air bersih, warga minta bantuan ke berbagai lembaga pemerintah dan swasta, yang salah satunya dari PMI Sleman.

Bantuan air yang diterima, dituang ke suatu bak penampungan, selanjutnya disalurkan ke rumah rumah warga melalui pipa saluran rumah warga

Untuk mengatasi kekurangan air ke depan, warga Kemirikebo akan mencari sumber mata air lain di wilayah terdekat Padukuhan Kemirikebo.

Warga Kemirikebo juga mengajak seluruh warga lereng merapi untuk melakukan penataan lingkungan dengan menanam berbagai pepohonan di kawasan lereng merapi.

Selain itu, Warga Kemirikebo juga telah mengajukan permohonan ke pemerintah kabupaten Sleman untuk membuatkan sejumlah sumur bur di wilayah Padukuhan Kemirikebo, sehingga ke depan tiap musim kemarau seperti saat ini, warga tidak kekurangan air.

(Joni)

NATAL-ANDI-SUHAY-II

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *