LAMPUNG TIMUR, KompassIndonesianews – Kompetisi sepak bola antar dusun bertajuk Sidorahayu Cup yang digelar Pemerintah Desa Sidorahayu, Kecamatan Waway Karya, Kabupaten Lampung Timur, akhirnya mencapai laga puncak. Pertandingan final mempertemukan tim Dusun III melawan Dusun V di Lapangan Merdeka, Jumat (21/8/2026) sore, berlangsung sengit hingga harus ditentukan melalui jalur adu penalti.
Laga dipimpin Wasit Rahmat, dibantu Hakim Garis Riski dan Edi. Pantauan awak media di lokasi mencatat kedua tim saling serang sejak awal, menampilkan permainan cepat dan penuh semangat.

Pada menit kelima babak pertama, terjadi insiden cedera saat pemain Acang bertabrakan dengan lawan sehingga harus ditandu keluar lapangan. Tak lama kemudian ia kembali turun ke lapangan dan melanjutkan pertandingan, membuktikan semangat juang yang tinggi. Hingga peluit istirahat berbunyi, kedudukan tetap imbang tanpa gol 0–0.
Memasuki babak kedua, permainan semakin memanas. Serangan silih berganti dilancarkan kedua kubu untuk mencari gol pembuka. Pada menit ke-73, Purwanto dengan nomor punggung 9 berhasil membobol gawang lawan dan membawa Dusun III unggul sementara 1–0.
Dusun V tidak tinggal diam dan segera bangkit, berhasil mencetak gol penyeimbang sehingga skor kembali imbang 1–1. Angka ini bertahan hingga waktu normal berakhir. Tanpa melalui babak tambahan, pertandingan langsung dilanjutkan ke babak adu penalti.
Di babak penentu yang penuh ketegangan itu, penendang Dusun III tampil lebih tenang dan akurat. Mereka unggul dengan skor 4–2 sekaligus resmi dinobatkan sebagai Juara Sidorahayu Cup. Kemenangan tersebut langsung disambut sorak sorai gemuruh penonton yang memadati lokasi pertandingan.
Sepanjang laga yang berjalan ketat, wasit mengeluarkan empat kartu kuning untuk menjaga kedisiplinan permainan. Secara keseluruhan pertandingan tetap berlangsung tertib dan sportif, menjadi penutup perayaan hari kemerdekaan yang mempererat persaudaraan antarwarga.
Selain itu, Suyitno Selalu Kepala Desa Sidorahayu berharap dengan adanya giat kompetisi seperti ini dapat membangkitkan rasa persatuan dan kesatuan antar warga.
“Kami selaku aparatur Desa berharap dengan diadakannya kegiatan ini, dapat lebih meningkatkan kualitas rasa persatuan dan kesatuan antar warga, karna merdeka itu bukan hanya terlepas dari gencatan senjata saja, tapi merdeka dalam sikap serta merdeka dalam hubungan itu menjadi landasan utamanya,” pungkas Kepala Desa yang kerap disapa Kanda tersebut.
#Andi Selagai/ Tim















