https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg

Sampah Menumpuk di jalan Stasiun Tigaraksa, Warga Tuding Pemerintah Kecamatan Solear Abai

https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg

TangerangKompassindonesianews.com Persoalan sampah kembali menjadi sorotan tajam di Kecamatan Solear. Tumpukan sampah di sepanjang jalan Arah jalur Stasiun Tigaraksa, Desa Cikasungka Kecamatan Solear dilaporkan tidak diangkut selama hampir 2 Bulan Kondisi itu memicu kemarahan warga karena menimbulkan bau menyengat, memunculkan belatung, hingga mengganggu kesehatan lingkungan permukiman dan pengguna Jalan.

Warga menilai Pemerintah Kecamatan Solear mulai Abai terhadap persoalan mendasar kebersihan terlebih di tengah gencarnya promosi pembangunan dan investasi yang terus digaungkan pemerintah daerah.

Ironisnya, saat dikonfirmasi media Kompasindonesianews.com terkait persoalan tersebut, Kepala Seksi/ Kasi Administrasi dan Persampahan, Ani Tokay tidak memberikan tanggapan. Sejumlah pertanyaan yang diajukan, mulai dari tingkat keseriusan persoalan sampah di Bukit Cikasungka hingga langkah penanganan terhadap kawasan yang sampahnya tak diangkut hampir dua Bulan, belum dijawab hingga berita ini diterbitkan.

Pantauan di lapangan menunjukkan tumpukan sampah di sejumlah sudut perumahan hingga meluber ke badan jalan. Aroma busuk dan tercium kuat di area permukiman sekitar warga.

Daryono ketua RT 04 RW 09 perumahan Bukit Cikasungka Menyampaikan, kantong-kantong sampah tampak memenuhi Badan jalan karena tidak kunjung diangkut petugas.

Situasi semakin memburuk akibat curah hujan yang tinggi dalam beberapa pekan terakhir. Air hujan mempercepat proses pembusukan sampah sehingga memunculkan belatung dan memperparah aroma tidak sedap yang mengganggu aktivitas warga sehari-hari.

Sementara itu Kritikus asal Desa Cikasungka Syafrudin, SM Meminta, Pemerintah Kecamatan Solear Dan pemerintah Daerah kabupaten Tangerang tidak sekadar menggulirkan program di atas kertas, melainkan segera turun tangan menangani persoalan sampah yang dinilai sudah memasuki kondisi darurat di sejumlah kawasan permukiman. “Harapannya tidak muluk-muluk, sampah dibersihkan di wilayah tersebut. Itu kan yang selalu dijanjikan Pemerintah dari podium ke podium. Tutupnya

Penulis: Rudy

NATAL-ANDI-SUHAY-II

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *