TANGERANG|Kompassindonesianews.com – Sekolah Rakyat Terintegrasi 7 Kabupaten Tangerang sukses menyelenggarakan Open House pada Sabtu (17/10/2026) di kompleks sekolah Jl. Utama Komplek Bandara Budiarto, Serdang Wetan, Legok. Mengusung tema “Mengenal Lebih Dekat Sekolah Rakyat: Berbagi Cerita, Menampilkan Potensi, dan Membangun Kemitraan”, kegiatan ini menjadi ajang pembuktian sistem pendidikan berasrama gratis gagasan Presiden Prabowo Subianto.
Acara yang berlangsung meriah ini menampilkan berbagai potensi siswa, mulai dari tari tradisional oleh 8 siswa, paduan suara, pembacaan puisi, demonstrasi karate, hingga pidato Bahasa Inggris yang dipandu siswa Fawaz sebagai MC. Kegiatan ini dihadiri perwakilan Bupati Tangerang, Danramil, Kapolsek, Ketua PKH, perwakilan KCD, Dinas Sosial, Depag, dosen UNHAN, Kecamatan Legok, hingga Direktur BP3.
Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi 7, Sujiman, M.Pd., didampingi Ketua Panitia Riztio Adji, dalam statement resminya menegaskan bahwa kegiatan Open House ini memiliki makna yang jauh lebih dalam dari sekadar acara seremonial.

“Saya tegaskan, Open House ini bukan acara seremonial. Ini adalah pembuktian dan pertanggungjawaban moral kami kepada negara dan masyarakat,” ujar Sujiman.
Berikut penegasan lengkap dari Kepala Sekolah:
“Pertama, ini adalah bentuk transparansi : Kami gelar terbuka agar pemerintah, Forkopimda, TNI-Polri, dan masyarakat melihat langsung kehidupan 24 jam anak-anak di asrama. Tidak ada yang kami tutupi.
Kedua, ini pembuktian sistem boarding school gratis gagasan Bapak Presiden Prabowo Subianto itu efektif : Anak-anak yang kami terima dari kategori desil 1 dan desil 2, keluarga sangat miskin dan miskin ekstrem, bahkan anak jalanan, dalam waktu singkat bisa bertransformasi luar biasa.
Ketiga, yang tampil tadi adalah hasil karya kami : Tari, paduan suara, karate, MC Bahasa Inggris itu adalah hasil nyata pembinaan harian. Ini bukti keterbatasan ekonomi bukan penghalang prestasi. Inilah esensi slogan kami: Cerdas Bersama, Tumbuh Setara.
Keempat, kami butuh kemitraan : Kami tidak bisa sendiri. Kehadiran semua unsur hari ini membuktikan ekosistem pendukung itu nyata. Kami butuh gotong royong untuk menjamin masa depan anak-anak,” tegas Sujiman.

Dukungan terhadap keberhasilan kegiatan tersebut juga disampaikan oleh Kanit Sarana dan Prasarana BP3 Curug, Bapak Suherman. Ia menegaskan bahwa kesiapan fasilitas menjadi kunci utama kenyamanan dan keberhasilan pembinaan anak asuh.
“Alhamdulillah, dari sisi sarana dan prasarana, kami di BP3 Curug memastikan seluruh fasilitas pendukung Open House dan kehidupan asrama dalam kondisi optimal dan siap pakai.
Mulai dari aula utama, gedung Asrama Tetuko, lobi, koridor sekolah, hingga sarana kebersihan dan keamanan, semua kami siapkan maksimal agar tamu undangan bisa melihat langsung kondisi asrama yang nyaman, bersih, dan kondusif untuk anak-anak belajar.

Prinsip kami, anak-anak desil 1 dan 2 ini harus mendapatkan fasilitas terbaik. Karena dengan fasilitas yang layak, pembinaan karakter 24 jam yang dicanangkan Kepala Sekolah bisa berjalan maksimal. Kami di Sarpras akan terus mendukung penuh program Sekolah Rakyat Terintegrasi 7,” ujar Suherman.
Sementara itu, Ketua Panitia Riztio Adji menambahkan bahwa transformasi yang terjadi pada diri anak-anak sangat luar biasa, dari yang dahulu hidup tanpa arah di jalanan, kini menjadi pelajar yang disiplin, percaya diri, dan cakap keterampilan.
Rangkaian acara ditutup dengan tur fasilitas sekolah dan asrama, dialog interaktif bersama guru dan wali asuh, serta ramah tamah. Seluruh kegiatan berjalan lancar dan tertib.
(Lulu Zaerina)















