BANDAR LAMPUNG|Kompassindonesianews.com – Pada hari Kamis (05/11/2026) Tidak banyak orang yang mampu menjaga kecintaan terhadap dunia seni di tengah padatnya aktivitas organisasi, profesi, politik, dan akademik. Hermawan, Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Advokat Bela Rakyat Indonesia (DPP ABRI), membuktikan bahwa berbagai tanggung jawab kehidupan tidak harus membuat seseorang meninggalkan passion yang telah tumbuh sejak masa muda.
Sosok yang dikenal dengan nama panggung Qyay Awan ini kembali menunjukkan eksistensinya di dunia musik. Setelah memperkenalkan single pertamanya berjudul “Dipusaramu”, kini ia tengah mempersiapkan peluncuran single kedua berjudul “Cukup Aku”, yang dijadwalkan pada 11 November 2026 di Kafe ELHA, pukul 19.00 WIB sampai dengan selesai pada kawasan Lembah Hijau, Bandar Lampung.
Menariknya, kedua lagu yang dibawakan Qyay Awan tersebut merupakan karya cipta Heri STK, melalui label Amba Music di bawah pimpinan Sony. Kolaborasi ini menjadi bagian dari perjalanan musikal Qyay Awan sekaligus bentuk apresiasi terhadap kreativitas pencipta lagu dan industri musik lokal.
Kehadiran single kedua ini bukan sekadar upaya menambah koleksi lagu, melainkan menjadi penanda bahwa kecintaan Hermawan alias Qyay Awan terhadap musik tetap hidup, meskipun perjalanan profesionalnya telah membawanya ke berbagai bidang pengabdian.
Musik Adalah Cinta Lama yang Tidak Pernah Ditinggalkan
Bagi Hermawan, musik bukanlah dunia baru. Kecintaannya terhadap seni tarik suara telah tumbuh sejak duduk di bangku SMA Negeri 6 Bandar Lampung.
Sekitar tahun 2000–2003, bersama rekan-rekan sebayanya, ia membentuk grup band lokal dan mengikuti berbagai pagelaran musik di Bandar Lampung. Masa remaja tersebut menjadi awal perjalanan musikal yang kemudian sempat berjalan beriringan dengan aktivitas organisasi dan pengabdiannya di masyarakat.
Memasuki dunia perkuliahan, Hermawan semakin aktif dalam berbagai organisasi kemahasiswaan, kepemudaan, dan kemasyarakatan. Kiprahnya mencapai salah satu momentum penting ketika dipercaya menjadi Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Bandar Lampung periode 2008–2010, pada Program Megister Hukum di kampus Jaya Baya Jakarta Hermawan mahasiswa yang aktif pula sebagai Presidium PBHMI 2010-2013.
Dari dunia aktivisme, Hermawan kemudian menapaki profesi advokat, memasuki dunia politik, hingga dipercaya menjadi anggota legislatif Kota Bandar Lampung dari Fraksi Partai Gerindra periode 2019–2024.
Namun, satu hal yang tidak pernah benar-benar ditinggalkannya adalah kecintaan terhadap musik.
Menjalani Banyak Peran: Advokat, Politisi, Pendidik, dan Akademisi
Perjalanan Hermawan tidak berhenti pada dunia organisasi dan politik. Saat ini, ia membentuk dan dipercaya memimpin DPP Advokat Bela Rakyat Indonesia, organisasi yang membawa semangat advokasi dan pembelaan terhadap kepentingan masyarakat.
Di bidang pendidikan, Hermawan juga aktif sebagai dosen pada perguruan tinggi bidang perhotelan dan pariwisata pada kampus Nusadaya di Bandar Lampung. Baginya, pendidikan merupakan ruang strategis untuk membangun sumber daya manusia, menanamkan nilai-nilai kehidupan, dan mempersiapkan generasi muda menghadapi masa depan.
Tidak berhenti pada pengalaman profesional, ia juga tengah melanjutkan pendidikan doktoral (S3) di Universitas Krisnadwipayana Jakarta.
Kesibukan sebagai pimpinan organisasi advokat, dosen, dan mahasiswa program doktoral menjadi bagian dari perjalanan pengembangan kapasitas dirinya.
Sosok Hermawan memperlihatkan bahwa kehidupan tidak harus dibatasi oleh satu identitas profesi. Seseorang dapat menjadi praktisi hukum, pemimpin organisasi, pendidik, sekaligus tetap memiliki ruang untuk berkesenian.
Tiga Prinsip Hidup Qyay Awan
Di balik perjalanan dan berbagai aktivitasnya, Qyay Awan memiliki prinsip sederhana yang selalu menjadi pegangan dalam menjalani kehidupan.
Pertama, senantiasa berhusnuzan terhadap takdir Allah SWT. Kedua, jangan pernah iri terhadap prestasi dan keberhasilan orang lain. Ketiga, jangan salah memilih pergaulan karena lingkungan sangat menentukan arah perjalanan hidup seseorang.
Menurutnya, setiap manusia mempunyai jalan, proses, dan waktu keberhasilannya masing-masing.
Tidak perlu menjatuhkan orang lain untuk menjadi hebat. Tidak perlu iri terhadap pencapaian orang lain. Hal terpenting adalah terus memperbaiki diri, menjaga integritas, dan memberikan manfaat bagi sesama.
Prinsip inilah yang menjadi salah satu filosofi perjalanan Hermawan dalam menapaki berbagai bidang kehidupan.
Heri STK dan Amba Music, Bagian Penting Perjalanan Musikal Qyay Awan
Dalam perjalanan bermusiknya, Hermawan menggandeng Heri STK sebagai pencipta lagu. Dua karya yang telah dan akan diperkenalkan kepada publik, yakni “Dipuaramu” dan “Cukup Aku”, sama-sama merupakan ciptaan Heri STK.
Kedua lagu tersebut berada dalam perjalanan produksi dan publikasi melalui Amba Music di bawah pimpinan Sony.
Kolaborasi ini menjadi wujud sinergi antara penyanyi, pencipta lagu, dan label musik dalam menghadirkan karya yang dapat dinikmati masyarakat.
Bagi Qyay Awan, sebuah karya Seni musik tidak lahir dari satu orang saja. Ada kreativitas pencipta lagu, proses produksi, dukungan label, serta keberanian penyanyi untuk menyampaikan karya kepada publik.
Karena itu, ia memberikan apresiasi kepada Heri STK dan Amba Music pimpinan Sony yang telah menjadi bagian dari perjalanan musikalnya.
Muslih Harni. Dukung Kreativitas Musisi Lampung
Peluncuran single kedua “Cukup Aku” direncanakan menjadi bagian dari perayaan Hari Ulang Tahun BINTANG NYANYI DAN CANDA PADUKAN HAT (NADAPATI) ke VII Tahun Sekaligus memperingati Hari Pahlawan 10 November pada!TGL 11 November 2026 di Kafe ELHA, Lembah Hijau, Bandar Lampung.
Organisasi Bintang nyanyi dan canda padukan hati yang dipimpin musisi senior Lampung, Muslih Harni, tersebut menjadi wadah silaturahmi dan kreativitas bagi para pelaku seni musik di Lampung. Hermawan sendiri merupakan salah satu pengurus aktif NADAPATI.
Muslih Harni memberikan apresiasi dan Motivasi terhadap semangat dan karya para pengurusnya. Ia juga terus mendorong agar musisi Lampung memiliki kesempatan lebih luas untuk memperkenalkan karya dan menunjukkan kemampuan di bidang seni.
Dalam perayaan HUT tersebut, akan ada penampilan sejumlah penyanyi dan musisi, Lampung, sekaligus peluncuran resmi lagu kedua Qyay Awan.
Insyaallah, kegiatan ini direncanakan dihadiri sejumlah Porkoopimda stakeholder Lampung, tokoh masyarakat, serta para musisi aktif di Provinsi Lampung.
Hari Pahlawan, Momentum Menghidupkan Semangat perjuangan Pengabdian pada bangsa dan Negara
Pemilihan tanggal 11 November 2026 juga memiliki makna tersendiri karena berada dalam rangkaian momentum peringatan Hari Pahlawan.
Semangat kepahlawanan tidak hanya dimaknai sebagai perjuangan mengangkat senjata, tetapi juga bagaimana setiap anak bangsa mampu memberikan kontribusi terbaik melalui profesi, pemikiran, pendidikan, pengabdian sosial, dan karya kreatif.
Sebagai kader patriot Partai Gerindra, Hermawan memandang bahwa perjuangan membangun bangsa dapat dilakukan melalui berbagai jalan. Ada yang berjuang melalui pendidikan, ada yang mengabdi melalui penegakan hukum, ada yang memperjuangkan aspirasi masyarakat, dan ada pula yang memberikan inspirasi melalui karya seni.
Baginya, Seni musik merupakan salah satu bahasa universal untuk menyampaikan pesan, perasaan, dan nilai-nilai kehidupan.
Qyay Awan, Sebuah Perjalanan yang Terus Berkarya
Perjalanan Hermawan alias Qyay Awan menjadi cerita menarik tentang seseorang yang tidak ingin terjebak dalam satu ruang profesi.
Dari seorang anak muda yang pernah membentuk band di bangku SMA Negeri 6 Bandar Lampung, kemudian menjadi aktivis HMI, advokat, mantan legislator, pimpinan organisasi, dosen, hingga mahasiswa doktoral, kini ia kembali memperkenalkan dirinya melalui dunia Seni musik.
Single “Dipuaramu” dan “Cukup Aku” ciptaan Heri STK melalui Amba Music pimpinan Sony menjadi dua karya yang menandai perjalanan tersebut.
Pada akhirnya, jabatan merupakan amanah, pendidikan merupakan investasi masa depan, profesi merupakan ruang pengabdian, sedangkan Seni musik dan film adalah kecintaan yang tetap hidup dalam dirinya.
Qyay Awan bukan hanya ingin dikenal melalui jabatan dan profesi, tetapi juga ingin meninggalkan jejak melalui karya Seni.
Dari Lampung untuk Indonesia, Hermawan terus membawa semangat yang sama: berkarya tanpa batas, mengabdi tanpa pamrih, dan menjalani kehidupan dengan tetap berpegang pada nilai-nilai kebaikan.
QYAY AWAN: BERKARYA DALAM MUSIK, MENGABDI DALAM HUKUM, MENCERDASKAN MELALUI PENDIDIKAN.
(Holidi)














