https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg

Setelah TPS Piyunga Ditutup, Pemkab Sleman Komitmen Tangani Sampah Bupati Sleman Launching Gede Lampah Di Kapanewon Depok.

https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg

Sleman – Kompassindonesianews.com, Dampak dari ditutupnya TPS Piyungan, Pemkab Sleman terus berupaya dalam mengatasi permasalah sampah yang ada di Kabupaten Sleman. Salah satunya dengan inovasi Gerakan Depok Memilah Sampah (Gede Lampah) yang diinisiasi oleh Pemerintah Kapanewon Depok.

Inovasi Gede Lampah ini diluncurkan oleh Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo, pada Jumat (11/8) di kantor Kapanewon Depok. Menurut Kustini program ini sejalan dengan Peraturan Bupati (PERBUP) Kabupaten Sleman Nomor 22 Tahun 2022 tentang Pedoman Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga.

“Ini apa yang kita harapkan bersama, memilah sampah secara mandiri mulai dari rumah tangga. Dan Kapanewon Depok menjadi penggerak pertama melalui Gede Lampah ini,” ungkapnya.

Diharapkan inovasi yang digagas Pemerintah Kapanewon Depok ini dapat menjadi inspirasi bagi kapanewon lainnya dalam rangka menanggulangi permasalahan sampah di wilayahnya masing-masing. Dengan begitu, harapannya permasalahan sampah di Kabupaten Sleman dapat di selesaikan di lingkup kapanewon atau bahkan kalurahan.

Panewu Depok, Wawan Widiantoro, menjelaskan saat ini telah ada 65 KPSM (Kelompok Pengelola Sampah Mandiri) di Kapanewon Depok. Jumlah tersebut menurutnya melebihi jumlah padukuhan yang ada di Kapanewon Depok yakni sejumlah 58 padukuhan.

“Kami juga minta pak lurah di setiap kalurahan untuk bisa berkontribusi, kalau bisa nanti membeli alat atau mesin untuk mengolah sampah,” ucapnya.

” Wawan juga mengatakan, kami dari Kapanewon Depok turun lansung kelapangan menemui warga masyarakat memberikan edukasi tentang cara mengelola sampah yang benar.” Tidak semua sampah itu dibuang, seperti sampah kertas, kardus dan botol bekas air mineral dan lain – lainnya yang bisa menghasilkan ekonomi kenapa harus dibuang ujar Wawan. ( Joni )

NATAL-ANDI-SUHAY-II

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *