Sleman – Kompassindonesianews.com, Bupati Kustini Sri Purnomo mengapresiasi pelaksanaan Gelar Budaya Yogyakarta yang merupakan salah satu wujud dari kegiatan peringatan ke-11 tahun Keistimewaan DIY. Acara yang digelar pada Selasa (30/8) di Kantor Kapanewon Sleman tersebut, menampilkan berbagai kesenian daerah dan stand UMKM.
Bupati menyampaikan, agenda tersebut menjadi wujud pelestarian budaya, sekaligus untuk memberdayakan UMKM, khususnya di Kapanewon Sleman.
“Dalam setiap budaya yang kita miliki terdapat arti dan pesan positifnya. Sehingga dapat menjadi teladan yang baik bagi masyarakat. Inilah yang perlu kita pahami dan lestarikan bersama,” kata Bupati.
Bupati Kustini menambahkan, Pemkab Sleman akan terus memberikan dukungan untuk mewujudkan Keistimewaan DIY. Kustini berharap, pelaksanaan kegiatan seperti ini dapat sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat.
Sementara itu, Panewu Sleman, Joko Susilo melaporkan, kegiatan Gelar Budaya merupakan wujud komitmen Pemkab Sleman dalam mengembangkan kebudayaan. Selain itu Gelar Budaya Yogyakarta juga merupakan pemberdayaan masyarakat dari seluruh kalangan, hal ini ditunjukkan dengan terselenggaranya pameran UMKM yang melibatkan difabel hingga lansia.
“Kegiatan ini mengkolaborasikan antara budaya dan ekonomi. Ini juga sebagai wujud cinta tanah air,” jelas Joko.
” Alhamdulillah semua tradisi yang ada di Kapanewon Sleman khususnya Kabupaten Sleman, dapat terfasilitasi untuk diunggah kembali.” Dibangunkan kembali dari tidurnya sehingga, harapan kami kedepan adalah budaya lokal tradisional yang ada di Yogyakarta ini tidak akan punah.
” Karena arus moderesasi budaya dari luar, jadi kami di setiap adanya even – even baik di tingkat padukuhan Kalurahan Kapanewon Kabupaten Sleman.” Dalam upaya untuk mengerakkan sendi – sendi perekonomian yang berbasis UMKM, harapan kami kedepan dengan semakin banyaknya mobilitas UMKM yang ada.” Sebuah agreaman market akan terbangun tidak hanya sebatas di saat even – even yang ada, namun kami harapkan kedepannya adalah bisa berkelanjutan diluar even yang kita laksanakan.” Jadi harapan kami dengan peringatan hari keistimewaan daerah Yogyakarta yang ke sebelas tahun 2023 ini, masyarakat yang ada di Kabupaten Sleman khususnya Kapanewon Sleman mencintai untuk tetap melestarikan mengembangkan nilai luhur kebudayaan tradisional, karena itu sebagai pegangan hidup tinggalan nenek moyang kita yang tidak kalah dari budaya moderen yang ada sekarang ini tuturnya. ( Joni )















