https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg

Krisis Air Bersih Landa Desa Pangarengan, Ratusan KK Terdampak Kemarau Panjang

https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg

Kabupaten Tengerang|Kompassindonesianews.com – Musim kemarau yang berkepanjangan tahun ini membawa dampak yang signifikan bagi warga Desa Pangarengan, Kecamatan Rajeg, Kabupaten Tangerang. Kekeringan melanda hampir seluruh wilayah desa, dengan kondisi terparah dialami oleh warga di RW 01 yang mencakup empat Rukun Tetangga (RT).

Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Desa Pangarengan, Sutia, saat ditemui untuk wawancara di kediamannya pada Senin (28/9/2026) siang. Ia memaparkan bahwa sumber air tanah di wilayahnya tidak dapat diandalkan lagi selama musim kemarau.

“Masalahnya emang di situ airnya kalau kemarau, nggak bagus. Kalau di bor kedalaman di level 40, 80, atau 120 itu udah nggak bisa, tidak layak dipakai buat masak juga nggak bisa,” ungkap Sutia menjelaskan kondisi air tanah di wilayahnya.

 

Upaya mencari sumber air baru melalui sumur bor pun belum membuahkan hasil. “Sementara ini belum ketemu gitu,” tambahnya.

Tidak adanya alternatif sumber air lain memperparah keadaan. Waduk, yang biasa menjadi andalan saat kekeringan, tidak tersedia karena kontur tanah Desa Pangarengan yang datar.

Begitu juga dengan irigasi untuk pertanian yang sedang dalam tahap renovasi, sehingga debit airnya berkurang drastis.

Di tengah krisis tersebut, warga Desa Pangarengan mendapatkan secercah harapan melalui program penyaluran air bersih dari Kapolresta Tangerang.

Bantuan didistribusikan menggunakan mobil tangki air berkapasitas 5.000 liter. Penyaluran bantuan ini dipusatkan untuk warga di lokasi Masjid Jami Al-Itihad, Kp. Pengarengan, Desa Pangarengan, Kecamatan Rajeg, Kabupaten Tangerang, Banten.

Kegiatan penyaluran air bersih tersebut turut dihadiri dan dikawal langsung oleh sejumlah pejabat dan perwakilan instansi, di antaranya: AKP Yono Taryono, SH (Kapolsek Rajeg), Kapten Inf. Kus Fiananda Yusuf (Danramil 12 Rajeg), Sutia (Kades Pangarengan), Iwan G (Kasi Binwas Kec. Rajeg), IPDA H. M. Irfan Fauzi, S.Sos, MM, C.Cms (Kasi Propam Polresta Tangerang), IPDA Tri Leksono, SH (Kasi Humas, Polresta Tangerang) serta para RT, RW setempat, dan warga penerima bantuan.

“Saya berterima kasih banyak kepada pemerintah daerah wabil khusus Polresta Tangerang, Polsek Rajeg yang mana telah mengasih air bantuan untuk warga saya Desa Pangarengan… yang mana air ini benar-benar bermanfaat bagi warga saya karena di musim kekeringan begini, musim kemarau semua warga saya kena dampak kekurangan air,” ujar Sutia menyambut baik bantuan tersebut.

Bantuan air bersih ini ditujukan untuk 125 Kepala Keluarga (KK) yang terdampak. Sutia menyebut, pengiriman air dilakukan setiap hari dan telah berlangsung selama kurang lebih dua bulan.

“Kalau untuk pengambilan (air oleh warga) kan nggak prediksi berapa-berapanya, silakan aja. Tidak dibatasin,” jelasnya mengenai mekanisme pembagian air bagi warga.

Dalam penutup wawancaranya, Kepala Desa Pangarengan menyampaikan harapan besarnya kepada pemerintah pusat dan daerah.

“Harapan saya kepada pemerintah daerah atau pusat untuk sementara ini ya emang dampaknya kalau di musim kemarau warga saya itu benar-benar membutuhkan air, jadi gimana caranya solusinya gimana, saya minta bantuannya untuk ke pemerintah pusat atau daerah,” pungkasnya.

 

(Dms/Ims)

NATAL-ANDI-SUHAY-II

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *