https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg

Aspirasi Masyarakat Bukit Cikasungka – Solear Bukan Sampah Administrasi

Tangerang – Kompassindonesianews.com Di tengah gema “Tangerang Gemilang” yang kerap digaungkan dari podium ke podium, kenyataan pahit di rasakan oleh masyarakat Bukit cikasungka justru menampar telak khususnya pemerintah Kecamatan Solear, Selama jabatan di emban Camat solear, masyarakat Bukit cikasungka terjerat dalam belenggu jalan rusak parah, Minim nya Penerangan Jalan Umum/PJU dan Buruknya Drainase, ini sebuah kondisi yang jauh dari sekedar ketidaknyamanan, melainkan tragedi yang merenggut hak dasar mereka untuk hidup bermartabat. Sorotan tajam kini mengarah pada kepala Camat solear dan Dinas Perumahan, Permukiman, dan Pemakaman (DPPP) Perkim Kabupaten Tangerang,

Sungguh memilukan menyaksikan roda birokrasi Kabupaten Tangerang, khususnya di bawah kendali Camat solear dan kadis DPPP Perkim seolah-olah berputar lambat, dalam menanggapi jeritan pilu masyarakat bukit cikasungka

penderitaan masyarakat bukit cikasungka adalah melodi sumbang yang tak pantas didengar oleh telinga-telinga “terhormat” di puncak kekuasaan. Ini bukan lagi soal birokrasi yang lambat; ini adalah kegagalan nyata dan transparan dalam pemahaman tugas dan tanggung jawab seorang kepala Dinas. Ungkap” Syafrudin, Senin, 12/10/2026

Syafrudin, SM berharap tidak ada alasan apapun lagi yang menunjukkan bahwa, slogan dan pencitraan lebih diutamakan daripada empati dan tindakan nyata. Sebagai jantung birokrasi, kantor DPPP perkim seharusnya menjadi gerbang utama bagi Aspirasi masyarakat, bukan dinding penghalang yang membiarkan surat-surat permohonan “mangkrak” tanpa kepastian.

Seorang kepala DPPP perkim adalah penanggung jawab utama dalam pengelolaan Aset Daerah dan Aset perumahan. lantas bagaimana dengan urusan pembangunan yang lebih kompleks? Masyarakat bukit cikasungka tidak meminta fasilitas mewah, mereka hanya menuntut hak dasar mereka untuk memiliki akses jalan yang layak, sebuah pondasi minimal bagi kehidupan yang bermartabat. Jalan-jalan yang rusak itu bukan sekadar masalah teknis; ia adalah urat nadi kehidupan yang telah dibiarkan putus.

Masyarakat cikasungka harus berjuang menembus kubangan dan lubang demi menuju sekolah dan pasar karena jalannya rusak. Ini adalah tragedi kemanusiaan yang sedang berlangsung di bawah kepemimpinan Anda, Bapak kepala DPPP Perkim, Sebuah drama nyata yang setiap hari diputar di hadapan Anda, namun entah mengapa, Anda memilih untuk memejamkan mata.

pahami tugas dan tanggung jawabmu seperti apa!, Ungkapan ini menjadi desakan keras dari masyarakat yang geram. Kelalaian dalam merespons permohonan Betonisasi. ini mencerminkan minimnya kepekaan terhadap penderitaan masyarakat. Ini menjadi Sebuah noda hitam yang akan tercatat dalam sejarah kepemimpinan di Kabupaten Tangerang, jika seorang kepala DPPP perkim bahkan tak mampu mengelola alur permohonan yang datang dari Masyarakat sendiri.

Maka, kepada bapak Camat solear Rizkia Nurul Fajar, S. Stp dan kepala DPPP Perkim Kabupaten Tangerang yang terhormat, dengarkan bisikan kami yang setajam silet ini: Bukit cikasungka, bukan hanya sekedar nama desa di peta. Ia adalah cermin dari kinerja birokrasi Anda, monumen kebisuan yang akan terus berteriak lantang tentang janji-janji kosong. Setiap kubangan dan lubang di jalan cikasungka

Sudahlah, cukupkan sandiwara ini. Saatnya beraksi, bukan hanya berjanji. Buktikan bahwa Anda benar-benar memahami tugas dan tanggung jawab sebagai motor penggerak birokrasi, bukan sekadar pelengkap jabatan yang membiarkan Aspirasi masyarakat terabaikan, sebelum sejarah mencatat Anda sebagai seorang pejabat yang gagap dalam merangkai realitas dengan Retorika” tutup”

Rudy

NATAL-ANDI-SUHAY-II

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *