https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg

Dinas Pariwisata Sleman, Siap Menampung Jutaan Wisatawan Saat Libur Hari Raya Idul Fitri 2024.

https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg

Kabupaten Sleman – Kompassindonesianews.com Kantor Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman, merilis kunjungan wisatawan saat libur Hari Raya Idul Fitri 1445 H tahun 2024.

” Jumlah pergerakan wisatawan di Kabupaten Sleman, sekitar 1.203.401 pergerakan yang didominasi pergerakan wisatawan nusantara sebesar 98,23% atau setara dengan 1.143.526 pergerakan.” Jumlah kunjungan ini setara dengan 16,04% target kunjungan yang ditetapkan pada tahun 2024 sebesar 7.500.000 kunjungan, pergerakan wisatawan dalam negri di Kabupaten Sleman didominasi oleh pengunjung dari Pulau Jawa sebesar 85,06%.

” Hal tersebut di sampaikan Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman, Ishadi Zayid, saat beri keterangan kepada awak media di kantornya pada hari Rabu 3 April 2024.” Ishadi menyampaikan, Destinasi pariwisata pilihan wisatawan antara lain Candi Prambanan, Keraton Ratu Boko, Kaliurang dan Tebing Breksi ujarnya.

” Jadi kalau kita perkiraan PAD di sektor pariwisata data sampai dengan 31 Maret 2024, pada tahun 2024 sektor pariwisata diharapkan berkontribusi sebesar 27,96% atau setara dengan Rp 302,731 Milyar dari total PAD Kabupaten Sleman sebesar Rp 1, 083 Trilyun jelas Kadis.

” Ishadi menyebut, total PAD sektor pariwisata adalah sebesar Rp 64,578 Milyar atau setara dengan 21,33% dari target yang ditetapkan.” Komponen pembentuk PAD terdiri dari pajak, dengan promosi sebesar 97,98%, retribusi dengan promosi sebesar 1,48% dan pendapatan lain yang sah dengan promosi sebesar 0,49%.

” Jadi pajak menjadi kontributor utama penyumbang PAD sektor pariwisata di Kabupaten Sleman, dengan total Rp 63,306 Milyar yang berasal dari pajak restoran sebesar 49,01% setara dengan Rp 31,024 Milyar, lalu pajak hotel sebesar 48,83% setara dengan Rp 20,914 Miliyar dan pajak hiburan sebesar 2,16% setara dengan Rp 1,369 Milyar.” Total retribusi pariwisata yang diterima adalah sebesar Rp 952,928 juta atau setara dengan 29,18% dari target retribusi pariwisata ditetapkan Rp 3,266 Milyar terangnya.

” Jadi saat liburan Lebaran tahun 2024 ini, target pergerakan wisatawan yang belanja length of stay dan perputaran uang wisatawan periode libur Lebaran tahun 2024.” Terus periode pencatatan kunjungan pada libur Lebaran 2024, dimulai dari tanggal 5 April 2024 sampai dengan 15 April 2024.

” Ia menambahkan, selama periode tersebut diperkirakan akan ada 300.000 – 450.000 pergerakan wisatawan di Destinasi pariwisata yang ada di Kabupaten Sleman, pergerakan wisatawan di Kabupaten Sleman akan didominasi oleh pengunjung dari Pulau Jawa tutur,” Ishadi.

” Perkiraan kami rerata pembelanjaan wisatawan selama periode libur Lebaran 2024, diperkirakan berkisar antara Rp 1.000.000,00 sampai dengan Rp 2.500.000,00, empat komponen belanja seperti akomodasi, makan dan minum, tiket masuk obyek wisata, dan belanja oleh – oleh dan souvenir diperkirakan menjadi komponen terbesar dalam pembelanjaan wisatawan.

” Length of stay selama periode libur Lebaran 2024, diperkirakan berada pada kisaran 2 hari sampai dengan 2,5 hari, okupansi hotel selama periode libur Lebaran 2024 diperkirakan berada pada kisaran 75% – 90%, kalau kita mengacu pada data tersebut diatas, maka perputaran uang wisatawan selama periode libur Lebaran 2024 diperkirakan berada pada kisaran Rp 600 Milyar sampai dengan Rp 2,8 Trilyun.

” Kepala Dinas juga menjelaskan periode libur Lebaran tahun 2023, pergerakan wisatawan atau belanja length of stay dan perputaran uang wisatawan periode libur Lebaran 2023, kita mencatat kunjungan pada libur Lebaran 2023 dimulai tanggal 19-25 April 2023, selama periode tersebut tercatat 302.003 pergerakan wisatawan di Destinasi pariwisata yang ada di Kabupaten Sleman dimana puncak pergerakan wisatawan terjadi pada 25 April 2023.

” Kalau kita rerata pembelanjaan wisatawan selama periode libur Lebaran 2023, adalah sebesar Rp 1.075.134,00, empat komponen belanja wisatawan pada saat libur Lebaran 2023 adalah akomodasi sebesar 48,25% kuliner 26,32% belanja oleh – oleh 21,93% dan kunjungan ke Destinasi wisata 3,51% kanjutnya.

” Length of stay selama periode libur Lebaran 2023 adalah sebesar 1,75 hari, okupansi hotel selama periode libur Lebaran 2023 adalah berada di kisaran 65% -80% dimana puncak okupansi hotel terjadi pada 22 April 2023.” Kita mengacu pada data tersebut diatas, perputaran uang wisatawan selama periode libur Lebaran 2023 adalah sebesar Rp 888,4 Milyar.

” Kami dari Dinas Pariwisata Sleman, selama libur Lebaran 1445 H dengan mengacu pada surat edaran Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/ Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI Nomor SE/3/KK,03/MK/2024 tentang penyelenggaraan kegiatan wisata yang aman, nyaman dan menyenangkan pada saat libur mudik Hari Raya Idul Fitri 1445 H pada tanggal 26 Maret 2024, dan Surat Edaran Dinas Pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Nomor 500.13/1851 tentang penyelenggara kegiatan wisata yang aman, nyaman, dan menyenangkan pada saat libur Hari Raya Idul Fitri H 2024.

” Jadi kami dari tanggal 1 April 2024 beberapa hal telah dilakukan Dinas Pariwisata Sleman yaitu, menerbitkan Surat Edaran Kepala Dinas Nomor 003/682 tanggal 3 April 2024 tentang penyelenggaraan kegiatan wisata, aman dan menyenangkan pada periode libur Lebaran 1445 H di Sleman yang berisi 7 poin penting yaitu, memastikan pelaksanaan Cleanliness, Health, Safety dan Environment sustainability (CHSE) di setiap Destinasi wisata, Desa wisata dan usaha jasa pariwisata, penyediaan akomodasi, makan dan minum, cinderamata dan usaha lainnya yang mendukung kegiatan berwisata.

” Kita juga mewaspadai perkembangan perubahan cuaca dan memperhatikan informasi BMKG terkait potensi bencana alam, mematuhi dan mengikuti arahan dari BPPTKG dan BPBD Kabupaten Sleman.” Apabila terjadi peningkatan aktivitas Gunung Merapi yang mengakibatkan perubahan status Gunung Merapi tambah Kepala Dinas.

” Hal ini kita juga melakukan kerjasama dan koordinasi dengan layanan kedaruratan keamanan terdekat, seperti Rumah Sakit, Palang Merah Indonesia, Kepolisian dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman ini penting demi menjamin keselamatan dan keamanan wisatawan itu sendiri.

” Demikian juga dengan keselamatan dan keamanan karyawan dan wisatawan di Destinasi wisata Desa wisata dan usaha jasa pariwisata, melalui kalibrasi atau uji petik keamanan dan kelaikan serta melakukan perawatan terhadap fasilitas /wahana usaha secara berkala terutama bagi pengelola Jip wisata di kawasan Kaliurang, kawasan Kaliadem dan Tebing Breksi.

” Kita juga menghimbau kepada pengelola wisata, tidak menaikan harga produk/ layanan melebihi batas kewajaran dan memasang harga layanan di tempat yang dapat dilihat dengan mudah oleh wisatawan.” Dan juga mengelola sampah dan limbah yang timbul dari aktivitas di Destinasi wisata Desa wisata dan usaha jasa pariwisata untuk menjamin kelestarian, kebersihan dan keasrian lingkungan.

” Melakukan kegiatan monitoring dan evaluasi terhadap usaha jasa pariwisata yang ada di Sleman.

” Tentu hal ini kita tidak bisa bekerja sendirian, kami juga bersama Dinas Perhubungan Kabupaten Sleman melakukan pemeriksaan kondisi Jip utamanya di kawasan Kaliurang dan Kaliadem.” Dan terakhir melakukan, penempatan petugas tambahan untuk membantu dalam pemungutan retribusi utamanya di Gerbang Kaliurang.

” Karena kami juga menyiapkan, atraksi pentas hari raya di Tlogoputri, Kaliurang pada tanggal 13 Aoril 2024 sampai dengan 25 April 2024 berupa sajian Neokustik Band, Jathilan Turonggo Macho Budoyo dan Jathilan Turonggo Dinowo Manunggal pungkasnya (Joni)

NATAL-ANDI-SUHAY-II

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *