https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg

Pemerintah Kabupaten Sleman Resmi, Launching Perangko Seri Penanda Kota Buk Renteng

https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg

Kabupaten Sleman – Kompassindonesianews.com Momen peringatan hari jadi ke – 108 tahun Kabupaten Sleman tahun 2024, menjadi sangat istimewa dengan diluncurkannya Perangko Buk Renteng bertempat di Pendopo parasamya Pemkab Sleman pada Kamis malam tanggal 16 Mei 2024.

” Turut hadir dalam acara tersebut yaitu, Wakil Menteri Kominfo RI Nezar Patria, anggota DPR RI sekaligus Ketua Umum Filateli Fadli Zon, Dirut PT.Pos Indonesia Paniradya Pati, Aris Eko Nugroho mewakili Gubernur DIY, Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo, Kepada Dinas Pariwisata Sleman, anggota DPRD Sleman, Pj Sekda Sleman dan para pimpinan serta jajaran instansi terkait.

” Gubernur DIY dalam sambutanya, yang disampaikan oleh Paniradya Pati Kaitimewaan Aris Eko Nugroho mengatakan Gubernur DIY menyambut baik inisiatif Pemda Kabupaten Sleman serta dukungan Kemenkominfo RI dan PT Pos Indonesia dan semua pihak.” Sehingga bertepatan peringatan hari jadi ke – 108 tahun Kabupaten Sleman, Prangko seri Penanda Kota Buk Renteng dapat di Launching.” Ini sebagai salah satu icon pariwisata, sekaligus dapat menjadi media edukasi khususnya bagi para filatelis dan masyarakat tuturnya.

” Tentu peran sekolah Van Der Wijck atau Buk Renteng sangat berperan besar khususnya dalam penghidupan masyarakat dan tulang punggung pertanian sekaligus sebagai saksi sejarah.” Ia menyebut, Buk Renteng di kenal sebagai cagar budaya tentang sistim irigasi di kawasan Sleman barat yang mengairi 20.000 hektar sawah dan perkebunan tebu sehingga Buk Renteng merupakan urat nadinya Yogyakarta.

” Hal senada di sampaikan, Wakil Menteri Komunikasi dan Informasi RI Nezar Patria menuturkan peluncuran Prangko penanda Kota Buk Renteng merupakan salah satu metode rebranding pariwisata dan Icon pariwisata dan budaya untuk kita semua ucap Wakil Menteri Nezar.” Hal ini untuk kepentingan pariwisata dan media edukasi bagi para filatelis khususnya dan bagi masyarakat Indonesia dan menjadi warisan kekayaan bangsa kita, dengan demikian masyarakat akan lebih tahu tentang eksistensi sebuah infrastruktur penting terlepas dari di makan zaman.” Tetap menjalankan fungsi dan memberi manfaat dan Buk Renteng telah mengambil, bagian dalam perkembangan dan kemajuan Indonesia dan dunia tambahnya.

” Sementara itu, Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo dalam sambutannya mengatakan ia menghimbau kepada masyarakat khususnya yang berdomisili di kawasan tersebut untuk lebih peduli menjaga kebersihan, kesejukan ketertiban di kawasan Sleman barat dan terus di kembangkan menjadi kawasan pariwisata.

” Lanjut Kustini, Buk Renteng ditempatkan sebagai penanda masa Kabupaten Sleman yang berkembang dari sebuah kawasan agraris bertumbuh sebagai penopang industri gula di Yogyakarta ujar Bupati perempuan ini.

” Prangko mata uang materai selayaknya saudara kandung dan membuktikan kedaulatan negara yang dapat memvisualisasikan gagasan besar.” Benda kecil tersebut, sekaligus menjadi penanda Kota maupun penanda budaya serta pintu gerbang untuk kreatifitas tutur Kustini.

” Di sampaikan, sejarah keberadaan Prangko di Kabupaten Sleman pernah terbit pada saat Colombo Plant tahun 1959, Ambarukmo Palace Hotel tahun 1965, Museum Monumen Jogja kembali tahun 1991, Lukisan Affandi tahun 1999 dan Candi Ratu Boko tahun 2013.” Dan tahun 2024, melalui momen yang istimewa bertepatan dengan peringatan hari jadi ke – 108 Kabupaten Sleman Prangko Buk Renteng melengkapi cerita sejarah panjang Kabupaten Sleman bersama dengan Kementerian Komunikasi dan Informasi dan PT.Pos Indonesia dengan bangga menerbitkan dan meluncurkan Prangko seri penanda Kota, Buk Renteng kali pertama dengan inisiasi Kabupaten Sleman.

” Hal ini menjadi penyemangat kami untuk menyalakan lilin – lilin literasi di setiap sudut Desa di Kabupaten Sleman, untuk menjadi obor yang terus menyala dan generasi penerus akan tetap bercahaya dan kartu Pos serta Prangko sebagai alat promosi pariwisata dan budaya tutupnya.

” Anggota DPR RI, Fadli Zon saat di wawancarai awak media mengatakan saya sebagai Ketua Umum perkumpulan Filatelis Indonesia dan juga tentu sebagai anggota DPR RI dari Komisi 1 yang mitranya juga termasuk didalam hal ini terkait Filatelis mengucapkan selamat ulang tahun kepada pemerintah Kabupaten Sleman yang ke – 108 yang menandai ulang tahun itu dengan cara yang unik yaitu meluncurkan Prangko penanda Kota Buk Renteng.” Sebuah saya kira sistem irigasi infrastruktur pengairan yang dibangun sejak jaman, Hindia Belanda oleh Vanderwick atau di atas namakan untuk Vanderwick ketika itu yang usianya juga sudah lebih dari 100 tahun kata anggota DPR RI asal Sumatra Barat ini.

” Ini juga saya kira bertepatan dengan prioritas kita sekarang di dunia global tentang air sebenarnya, beberapa hari lagi akan ada beberapa Word Waterforum atau forum air dunia di Bali pada tanggal 20 yang dimulai tanggal 19 Mei, kami juga di Parlemen ada pertemuan Parlemen sidang umum Parlemen tentang air.” Acara ini kerjasama dengan Interparlemen dan kebetulan saya sebagai Ketua Umum Filatelis dan juga sebagai koordinator di dalam Word Waterforum untuk Parlemennya, dan kita melihat bahwa Buk Renteng ini adalah salah satu legesi bagaimana air sebagai sumber kehidupan bisa menjadi sumber kesejahteraan kita.

” Itu juga salah satu tema yang akan datang, ini dibuktikan dengan Buk Renteng ini yang dulu memang untuk pengairan untuk irigasi di Wilayah Sleman dan sekitarnya.” Untuk sekitar 20 ribu hektar, tidak hanya tanaman pangan tapi juga tebu dan lain – lain.” Itu membuktikan bahwa air bisa sangat vital sekali untuk ketahanan pangan dan juga untuk kehidupan manusia pada umumnya pungkasnya.(Joni)

NATAL-ANDI-SUHAY-II

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *