https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg
Berita  

Simulasi Pertandingan Congkak Di Desa Muntai Sebagai Warisan Budaya Melayu

https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg

BENGKALIS–kompassindonesianews.com- Pemerintah Desa Muntai bekerja sama dengan Institut Syariah Negeri (ISN) Bengkalis menggelar simulasi pertandingan congkak sebagai bagian dari upaya melestarikan warisan budaya Melayu. Acara yang berlangsung di Galeri Sejarah Datuk Laksamana Raja di Laut, Desa Muntai, Kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau, pada hari Sabtu 15 februari 2025 .dan juga mendapat dukungan dari anggota DPRD Kabupaten Bengkalis Komisi 4, Muhammad Isa dan sebagai pencetus kegiatan ini.

Muhammad Isa, dalam sambutannya, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah awal untuk memperkenalkan kembali permainan tradisional congkak kepada masyarakat luas.

“Sejarah permainan congkak ini sangat erat dengan budaya Melayu. Hari ini kita baru melaksanakan simulasi atau percobaan, insyaallah dalam waktu dekat akan kita lanjutkan ke pertandingan antar desa hingga ke tingkat internasional,” ujar Muhammad Isa.

Muhammad Isa juga menambahkan,Congkak merupakan salah satu permainan tradisional yang telah diwariskan secara turun-temurun dalam budaya Melayu. Permainan ini tidak hanya mengasah strategi dan kecerdasan, tetapi juga memperkuat interaksi sosial antar pemain. Dengan diadakannya simulasi ini, diharapkan masyarakat, khususnya generasi muda, dapat lebih mengenal dan mencintai kembali permainan tradisional yang hampir tergerus oleh perkembangan zaman.

Pemerintah Desa Muntai dan ISN Bengkalis berkomitmen untuk terus mengembangkan kegiatan serupa, dengan harapan pertandingan congkak dapat menjadi agenda tahunan serta bagian dari promosi budaya Melayu ke kancah internasional.

Acara ini mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat setempat, yang berharap agar pertandingan resmi segera digelar. Selain melestarikan budaya, diharapkan congkak juga dapat menjadi daya tarik wisata budaya di Kabupaten Bengkalis.

Penulis Ardes

NATAL-ANDI-SUHAY-II

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *