https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg

Polda DIY, Bantu Proses Evakuasi Korban Banjir dan Tanah Longsor

https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg

 

Yogyakarta – Kompassindonesianews.com Akibat hujan deras dengan intensitas tinggi dan cukup lama mengguyur wilayah Yogyakarta, pada Jumat 28 Maret 2025 menyebabkan terjadinya banjir dan tanah longsor di beberapa tempat yang ada di wilayah DIY.

Salah satu lokasi yang mengalami banjir cukup parah adalah Kalurahan Wukirsari, Imogori, Kabupaten Bantul yang di sebabkan meluapnya Sungai Celeng dan keberadaan dua embung yang tidak mampu menampung debit air.

Sedangkan wilayah terjadinya tanah longsor berada di Padukuhan Sidi, Kalurahan Giripurwo, Kabupaten Kulonprogo yang menimpa rumah milik salah satu warga.

 

Menyikapi kondisi tersebut, Polda DIY melalui Ditpolairud Polda DIY dan Polres Kulonprogo dan jajaran lansung turun ke lokasi untuk melakukan evakuasi dan pertolongan terhadap korban banjir dan tanah longsor tersebut.

” Seperti yang dilakukan, Ditpolairud Polda DIY pada hari Sabtu 29 Maret 2025 dengan mengerahkan dua Rubber Boat dan peralatan evakuasi korban banjir lainnya ke wilayah Kalurahan Wukirsari.

Tim Ditpolairud Polda DIY, yang dipimpin Dirpolairud Polda DIY Kombes Pol Didik Priyo Sambodo, S.I.K, bekerjasama dengan Basarnas, Sarlinmas, Forum Pengurangan Risiko Bencana (FORB) dan SAR DIY lansung melakukan evakuasi warga yang terdampak banjir terutama kelompok rentan seperti anak – anak dan lansia.Upaya ini, dilakukan untuk memastikan kesehatan warga.

Kabid Humas Polda DIY, Kombes Pol Ihsan, S.I.K, menyampaikan saat ini proses evakuasi dan pembersihan terus dilakukan oleh jajaran Ditpolairud dan Polres Kulonprogo bersama – sama dengan Basarnas, Sarlinmas, SAR DIY, serta FPRB dan dari hasil pantauan serta laporan dari Polres jajaran bahwa saat ini kondisi air sudah mulai surut dan belum adanya laporan korban jiwa pasca banjir dan longsor tersebut,” ujar Ihsan.

Lanjutnya, saat ini Polda DIY juga sedang menggelar operasi Ketupat Progo 2025. Dimana salah satu sasaran operasi tersebut adalah untuk mengantisipasi terjadinya bencana alam, yang dapat mengganggu ketertiban masyarakat yang akan merayakan Hari Raya Idul Fitri 1446 H. Dan termasuk menganggu perjalanan mudik karena adanya kerusakan jalan akibat bencana alam, sehingga dengan pelaksanaan operasi tersebut sangat membantu dalam mempercepat proses evakuasi. Dan patroli dan pengaturan lalu lintas di wilayah – wilayah, terdampak banjir dan tanah longsor terus dilakukan.

” Kami juga menghimbau kepada masyarakat, untuk tetap tenang dan waspada terhadap potensi adanya banjir susulan akibat cuaca yang tidak menentu. Dan kami juga berharap kepada warga, ikuti terus intruksi dari pemerintah dan petugas di lapangan demi keselamatan kita bersama,” tutup Kabid Humas.(JN)

NATAL-ANDI-SUHAY-II

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *