https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg

Warga Geram, Jalan Rusak di Selat Baru Bengkalis Terancam Telan Korban – Pemerintah Diminta Bertindak Sebelum Terlambat

https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg

 

BENGKALIS, RIAU –kompassIndonesiaNews.com – Kondisi jalan poros utama di Desa Selat Baru, Kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis, Riau, makin memprihatinkan. Jalan yang terletak di sepanjang Jalan Jenderal Sudirman itu dipenuhi lubang besar dan bergelombang, mengancam keselamatan pengendara setiap harinya.

Keluhan ini disampaikan langsung oleh warga setempat kepada wartawan kompassIndonesianews.com Rabu (16 April 2025), saat ditemui di lokasi. Salah seorang pengendara motor, Mulya, mengaku resah karena kondisi jalan yang rusak sudah lama dibiarkan tanpa perbaikan.

“Sudah lama jalan ini berlubang dan belum juga ada perhatian dari pemerintah. Kami khawatir, kalau terus dibiarkan, bisa memakan korban jiwa,” ungkap Mulya.

Jalan ini merupakan akses vital yang menghubungkan warga ke kantor kecamatan Bantan, Pantai Selat Baru, hingga menuju Pelabuhan Internasional Bandar Sri Setia Raja Bengkalis—jalur penting yang digunakan wisatawan lokal maupun dari Malaysia. Buruknya kondisi jalan ini bukan hanya memalukan, tapi juga menurunkan daya tarik pariwisata Bengkalis di mata dunia luar.

Sebelumnya, Anuar, warga Bengkalis lainnya, juga menyampaikan kekesalannya. Ia menyebut rusaknya jalan ini mencoreng wajah daerah dan membahayakan nyawa pengguna jalan. “Kami hanya ingin bisa berkendara dengan aman. Jangan tunggu ada korban baru diperbaiki,” tegasnya saat ditemui di lokasi pada Jumat (11/4/2025).

Keluhan serupa disuarakan Rika, warga yang sering menyaksikan kecelakaan terjadi akibat jalan rusak tersebut. “Malam hari dan saat hujan, banyak pengendara jatuh karena tidak sempat menghindari lubang. Lampu jalan juga minim,” katanya.

Warga mendesak agar Pemerintah Kabupaten Bengkalis melalui Dinas PUPR segera turun tangan dan menjadikan ini sebagai prioritas mendesak. Jika tak ada tindakan nyata dalam waktu dekat, warga mewacanakan aksi turun ke jalan sebagai bentuk protes atas lambannya penanganan.

Ini bukan jalan kampung, ini jalur internasional! Harusnya jadi wajah depan Bengkalis, bukan jadi aib,” tutup Anuar.

Penulis Ardes

NATAL-ANDI-SUHAY-II

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *