Samosir. Kompassindonesianews.com– Pemerintah Kabupaten Samosir melalui Dinas Perhubungan Kabupaten Samosir terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan konektivitas transportasi, khususnya untuk mendukung sektor pariwisata. Salah satu upaya nyata yang kini mulai dirasakan masyarakat adalah hadirnya layanan angkutan DAMRI di wilayah Samosir.
Pada Kamis (16/4/2026) sore sekitar pukul 17.00 WIB, di depan Gereja Bolon HKBP Pangururan, terlihat satu unit bus DAMRI tengah menunggu penumpang dengan tujuan Tomok.
Pengemudi DAMRI, Jefri Haloho, menjelaskan bahwa saat ini trayek yang dilayani meliputi rute Tomok-Ambarita -Sibeabea (Bukit Holbung) dan sebaliknya, dengan dua kali perjalanan (trip) setiap hari.
Keberangkatan dari Tomok pukul 07.00 WIB dan 13.00 WIB, sedangkan dari Sibeabea pukul 10.00 WIB dan 16.00 WIB,” jelas Jefri.
Ia juga menyampaikan bahwa layanan ini berada di bawah naungan Kementerian Perhubungan melalui operator PT DAMRI dari Medan. Untuk tarif, saat ini penumpang dikenakan biaya sebesar Rp15.000 per perjalanan, yang merupakan tarif subsidi dan masih berpotensi mengalami penyesuaian.
Meski demikian, tingkat keterisian penumpang masih relatif rendah. Hal ini disebabkan minimnya sosialisasi, sehingga sebagian masyarakat belum mengetahui keberadaan layanan tersebut, bahkan ada yang mengira bus tersebut merupakan kendaraan operasional milik Pemkab Samosir.
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Samosir, Laspayer Sipayung, menjelaskan bahwa kehadiran DAMRI merupakan hasil dari upaya panjang pemerintah daerah dalam membuka akses transportasi yang merata.
“Sejak tahun 2022, kami sudah mengusulkan kepada pemerintah pusat melalui PT DAMRI dan Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) agar membuka trayek di kawasan Samosir, khususnya jalur ring road,” ujar Laspayer saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, Jumat (17/4/2026).
Upaya tersebut kembali diperkuat pada tahun 2023 dengan pengajuan trayek yang menghubungkan pelabuhan dengan berbagai objek wisata unggulan. Rute yang diusulkan mencakup Tomok – Simpang Tuktuk – Siallagan – Pelabuhan Ambarita – Simanindo – Pangururan – Aek Rangat – Pusuk Buhit – hingga Harian dan Sibeabea (Bukit Holbung).
“Ini adalah bagian dari strategi kami untuk meningkatkan konektivitas antar pelabuhan dan destinasi wisata. Karena pada umumnya, trayek yang belum potensial jarang diminati oleh operator swasta,” jelasnya.
Mulai Beroperasi Tahun 2026
Usulan tersebut akhirnya mendapat respons positif dari PT DAMRI. Pada 15 Januari 2026, satu unit bus DAMRI resmi disediakan untuk melayani rute rintisan tersebut.
“Memang saat ini masih satu unit yang beroperasi, melayani jalur dari Tomok hingga Sibeabea dan Bukit Holbung. Ini merupakan tahap awal dari usulan kami,” tambah Laspayer.
Menanggapi potensi dampak terhadap angkutan lokal, Laspayer Sipayung menegaskan bahwa kehadiran DAMRI justru bersifat melengkapi, bukan menggantikan.
“Angkutan desa selama ini umumnya beroperasi dari pelabuhan dan menunggu penumpang dari kapal. Sementara DAMRI kami arahkan untuk melayani jalur-jalur yang belum terjangkau, seperti Tuktuk ke Ambarita, Simanindo, hingga ke kawasan Pusuk Buhit dan Harian,” jelasnya.
Dengan demikian, layanan DAMRI diharapkan mampu mengisi kekosongan akses transportasi di sejumlah titik strategis yang selama ini belum terlayani.
Pemkab Samosir juga terus mendorong penambahan armada guna meningkatkan efektivitas layanan.
“Sejak awal kami mengusulkan dua unit agar pelayanan bisa maksimal dari dua arah, yakni dari Tomok ke Sibeabea dan sebaliknya. Namun saat ini baru terealisasi satu unit. Ke depan, kami tetap akan mendesak penambahan armada,” tegas Laspayer.
Dari sisi tarif, Pemkab memastikan bahwa harga yang ditetapkan merupakan tarif subsidi yang mengikuti kebijakan pemerintah pusat dan provinsi, sehingga relatif terjangkau bagi masyarakat.
Terkait minimnya informasi di masyarakat, Pemkab Samosir mengakui bahwa sosialisasi masih perlu ditingkatkan.
“Memang operasional DAMRI ini sempat berjalan tanpa informasi awal kepada kami. Namun setelah diketahui, kami langsung berkoordinasi dan mulai melakukan sosialisasi di titik-titik strategis seperti pelabuhan dan lokasi keberangkatan,” jelasnya.
Dengan hadirnya layanan DAMRI, Pemkab Samosir berharap mobilitas masyarakat semakin lancar serta mampu mendukung pertumbuhan sektor pariwisata.
“Kami berharap kehadiran DAMRI ini dapat mempermudah akses wisatawan dan masyarakat, serta mendorong pemerataan transportasi di seluruh wilayah Kabupaten Samosir,” tutup Laspayer.
( Marhuarar Pangaribuan)














