https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg

Tiga Pekan Menjelang Idul Adha 1446 H, Penjualan Hewan Kurban di Sleman Masih Lesu

https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg

 

Kabupaten SlemanKompassindonesianews.com Tiga pekan menjelang Idul Adha 1446 H, penjualan hewan kurban di Kabupaten Sleman masih lesu. Sementara dari sisi harga terdapt kenaikan dibandingkan tahun sebelumnya, untuk ternak sapi kenaikan harganya kisaran Rp.1 juta sampai Rp.2 juta rupiah per ekornya sedangkan kambing berkisaran Rp.500 ribu hingga Rp.1 juta.

Ketua kelompok ternak sapi Pandowo, Poniman mengungkapkan sampai saat ini baru sekitar 90 ekor yang terjual. Padahal biasanya memasuki Idul Adha, kelompok ternak bisa menjual hingga 180 ekor,” ujarnya.

Ya kita tunggu aja, kan masih ada beberapa minggu sebelum hari H Idul Adha. Mudah – mudah ada tambahan pembeli, ungkapnya saat ditemui di lokasi kandang ternak kelompok Pandowo Dusun Brayut, Kalurahan Pandowoharjo, Kapanewon/ Kecamatan Sleman Rabu 21 Mei 2025.

Ia menduga anjloknya penjualan hewan kurban pada Idul Adha tahun ini, disebabkan kondisi perekonomian yang sedang lesu. Sementara ini, kelompoknya baru menyiapkan 100 ekor sapi lokal maupun luar. Untuk bobotnya, yang paling rendah adalah 350 kilogram sedangkan tertinggi mencapai 950 kilogram dari jenis si Mental,” tamba Poniman.

Di singgung soal harga, ia menjelaskan soal harganya kisaran Rp.23 juta sampai dengan Rp.30 juta. Untuk sapi si Mental yang paling berat kami jual dengan harga Rp.60 juta, ditengah kondisi melemahnya daya beli masyarakat dan kenaikan harga pedagang jadi kesulitan mencari untung,” ucapnya lagi.

Sementara itu, Wakil Bupati Kabupaten Sleman, Danang Maharsa usai meninjau lokasi ternak hewan mengatakan masyarakat tidak perlu khawatir terhadap kondisi kesehatan hewan kurban yang dijual di Kabupaten Sleman. Danang menjelaskan sebelum masuk ke wilayah Sleman, ternak tersebut di diskrining terlebih dahulu. Dan kita sudah melakukan pengetatan sejak akhir tahun lalu ketika isu antraks mencuat, kalau ada hewan yang terindikasi karena penyakit tidak di perbolehkan masuk ke wilayah Sleman,” kata Danang.

Ia juga menjelaskan ketersedian hewan ternak juga di pastikan aman, untuk sapi kita punya stoknya sekitar 5.545 ekor, kambing 3.541ekor,dan domba 9.010 ekor,” tutu Danang.

Plt.Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan Kabupaten Sleman, Rofiq Andriyanto melaporkan dalam rangka menyediakan daging hewan kurban yang aman, sehat, utuh dan halal (ASUH) pada hari Raya Idul Adha tahun ini memiliki ketugasan untuk melakukan pemantauan dan pemeriksaan pemotongan hewan kurban.

Ketersediaan pangan hewani yang ASUH merupakan manifestasi konkrit dari salah satu sasaran pembangunan di bidang keamanan pangan, ketersediaan pangan yang ASUH di cirikan oleh terbebasnya masyarakat dari jenis pangan yang berbahaya bagi kesehatan manusia dan tidak sesuai dengan keyakinan masyarakat.

Masyarakat di Kabupaten Sleman, setiap tahunnya mengadakan penyembelihan hewan kurban mencapai ribuan ekor sapi, kambing, dan domba.

Penyembelihan biasanya dilakukan oleh pengurus atau takmir Madjid yang pengetahuan tentang hygiene dan sanitasi pemotongan hewan masih kurang, berkenaan hal tersebut Pemerintah Kabupaten Sleman dalam hal ini Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan dari tahun ke tahun selalu mengadakan kegiatan pemantauan sebagai upaya memberikan jaminan keamanan pangan utamanya daging kurban yang ada di masyarakat.

Ia juga menerangkan beberapa hal terkait kegiatan pemantauan tersebut antara lain, ketersediaan ternak kurban di Kabupaten Sleman tahun 2025 ini yaitu.

Sapi baru 5.545 ekor
Kambing 3.541 ekor
Domba 9.010 ekor

Estimasi kebutuhan ternak kurban pada tahun 2025 ini,
Sapi 9.750 ekor
Kambing 2.800 ekor
Domba 9.010 ekor.(JN)

NATAL-ANDI-SUHAY-II

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *