https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg

Harda Kiswaya, Peran SBSI Sebagai Mitra Strategis Dalam Membangun Hubungan Industri yang Kondusif

https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg

Kabupaten SlemanKompassindonesianews.com Pengurus Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), resmi dilantik. Pelantikan pengurus baru SBSI DIY ini, berlansung di ruangan rapat Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sleman pada Senin pagi 30 Juni 2025.

Pelantikan pengurus SBSI yang baru ini lansung dipimpin oleh Ketua SBSI DIY terpilih, Dani Eko Wiyono dan dihadiri oleh jajaran pengurus pusat SBSI, perwakilan Dinas Tenaga Kerja Provinsi DIY, Kabupaten dan Kota se – DIY, anggota DPRD DIY, serta Bupati Kabupaten Sleman, Harda Kiswaya.

” Dalam sambutannya, Dani Eko menegaskan komitmen SBSI DIY untuk memperjuangkan hak – hak buruh melalui pendekatan yang profesional dan logis. Dani Eko menyatakan bahwa perjuangan buruh tidak boleh merugikan keberlansungan usaha, melainkan harus mengedepankan komunikasi yang sehat antara pekerja dengan pengusaha dan pemerintah,” tutur Dani Eko.

Ia menyebut, SBSI DIY sebagai jembatan yang menghubungkan kepentingan buruh dan pengusaha,” jelasnya. Kami, tidak akan memilih jalan konfrontasi melainkan musyawarah untuk solusi yang saling menguntungkan,” tambah Dani Eko.

” Hati ini, bukan hanya pelantikan. Tapi deklarasi perlawanan terhadap ketimpangan dan eksplotasi yang masih nyata di tempat mereka bekerja. SBSI DIY, hadir untuk memastikan tidak ada buruh yang berjalan sendiri,” tutup Ketua SBSI DIY.

” Sementara itu, Bupati Kabupaten Sleman, Harda Kiswaya, dalam sambutannya mengapresiasi peran SBSI sebagai mitra strategis dalam membangun hubungan industri yang kondusif. Bupati berharap SBSI DIY dapat menjadi contoh, dalam menciptakan iklim kerja yang harmonis di Sleman dan Yogyakarta pada umumnya.

Harda Kiswaya, juga berharap kepengurusan SBSI DIY yang baru, dapat berperan aktif dalam penyusunan kebijakan ketenagakerjaan di DIY,” ucap Bupati Harda Kiswaya.

Pelantikan ini juga menjadi momentum bagi SBSI DIY, untuk meluncurkan arah program kerja baru yang di fokuskan pada :

1.Advokasi hukum bagi buruh

2.Pelatihan vokasi dan keterampilan

3.Peningkatan dialog antara pekerja dan pengusaha.

Acara pelantikan ditutup dengan penandatanganan komitmen kerja bersama dan ramah tamah antara anggota, serta penegaskan program kerja SBSI DIY yang akan di fokuskan pada (3) tiga hal utama : peningkatan kesejahteraan buruh, pelatihan vokasi, dan advokasi hukum ketenagakerjaan.

Dengan terbentuknya kepengutusan baru ini, SBSI DIY diharapkan mampu tampil lebih aktif dan solutif dalam merespons tantangan ketenagakerjaan di era digital dan pasca pandemi.(JN)

NATAL-ANDI-SUHAY-II

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *