Kabupaten Sleman – Kompassindonesianews.com Bupati Kabupaten Sleman, Harda Kiswaya melantik Dewan Pengawas dan Direktur Utama PDAM Tirta Sembada Kabupaten Sleman, bertempat di Aula lantai 3 Setda Kabupaten Sleman Jumat 22 Agustus 2025.
Dewan Pengawas PDAM Tirta Sembada yang baru dilantik yakni, Taupiq Wahyudi, sedangkan Direktur Utama PDAM Tirta Sembada yang baru yaitu, Bernadus Edy Nugroho,S.E.

Bupati Harda Kiswaya, berharap Dewan Pengawas dan Direktur Utama yang telah dilantik mampu memperkuat arah kebijakan, tata kelola serta manajemen Perumda Tirta Sembada agar lebih profesional, transparan, akuntabel, dan adaptif terhadap perkembangan zaman,” ucapnya.
” Saya harap kewenangan yang sudah diberikan ini, bisa dilaksanakan dengan sebaik – baiknya. Tidak perlu takut mengambil langkah, karena sudah disumpah dan diberi kepercayaan harus berani mengambil langkah inisiatif, inovatif, dan progresif,” kata Harda.
Ia juga mendorong Dewan Pengawas bisa memperbaiki kekurangan – kekurangan yang ada, mengoptimalkan potensi perusahaan serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Dengan begitu, diharapkan pendapatan daerah Kabupaten Sleman juga turut meningkat.
Selain itu juga saya berharap air minum kemasan DAXU milik PDAM Tirta Sembada Sleman, bisa dikelola dengan baik. Silahkan ditingkatkan strategi pemasarannya, jika kualitasnya bagus pemasarannya bagus maka kepercayaan masyarakat juga akan meningkat,” pesannya.

Dalam acara pelantikan ini juga dihadiri oleh, Wakil Bupati Kabupaten Sleman, Danang Maharsa, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sleman, Ani Martanti, sejumlah Kepala OPD Pemkab Sleman dan stakeholder lainnya.
Bernadus Edy Nugroho, selaku Direktur Utama PDAM Tirta Sembada yang baru mengatakan, beberapa hal yang disampaikan Bupati terkait kebocoran air 26 persen itu secara akumulatif. Edy menjelaskan ada dua hal berkaitan dengan kebocoran air PDAM yaitu faktor teknis dan non teknis, meliputi akurasi meteran air cervis jaringan dan menghitung kebutuhan air secara ril tiap bulannya.
Ia menyebut saat ini, volume air PDAM yang terdistribusi ke masyarakat mencapai 500 liter per detik tiap harinya. Kami sudah menginventarisasi kebocorannya dan segera kita lakukan perbaikan, dan perawatan secara bertahap untuk mengantisipasi kebocoran dan faktor non teknis lainnya,” pungkasnya.(Joni)















