https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg

Rektor UGM, Menegaskan Kampus Mendukung Sepenuhnya Gerakan Damai dan Non Kekerasan

https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg

YogyakartaKompassindonesianews.com Universitas Gadjah Mada (UGM), menyampaikan seruan moral bagi bangsa di tengah meningkatnya eskalasi aksi massa di berbagai daerah. Seruan ini disampaikan langsung oleh Rektor UGM, Prof.Ova Emilia, di Balairung UGM, Minggu 31 Agustus 2025. Ini sebagai bentuk kepedulian sivitas terhadap kondisi bangsa yang kian memprihatinkan,” ungkapnya saat beri keterangan kepada awak media.

Bahkan seruan tersebut hadir di tengah kondisi sosial politik yang rentan memicu konflik, dan menambah penderitaan masyarakat.

” Kami menyampaikan duka yang mendalam atas jatuhnya korban jiwa dan luka – luka dalam rangkaian aksi massa, dan kami mengimbau semua pihak untuk menghentikan tindakan kekerasan dan anarkisme demi menjaga nilai kemanusiaan dan kemartabatan,” ujar Ova.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa kampus mendukung sepenuhnya gerakan damai dan non kekerasan yang dilakukan masyarakat dalam menyuarakan tuntutan perbaikan. Ova menilai jalan kekerasan hanya akan memperpanjang luka sosial, sementara jalan damai dapat membuka ruang dialog yang lebih konstruktif.

Menurutnya, tuntutan ini harus dijawab dengan kebijakan yang menyentuh lansung kepentingan rakyat.

Kami UGM mendukung gerakan damai atas tuntutan masyarakat untuk mendorong pemerintah melakukan perbaikan menyeluruh, khususnya dalam oenegakan hukum, pemulihan ekonomi, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” jelas Ova.

Dalam seruan moral ini, UGM juga mengingatkan pemerintah dan DPR RI untuk mengevaluasi serta membatalkan berbagai kebijakan yang dinilai tidak adil, mempelebar kesenjangan sosial, mengancam demokrasi, dan hanya menguntungkan kelompok elit politik maupun oligarki.

Hal itu menurutnya, menjadi ancaman serius bagi keberlanjutan kehidupan berbangsa yang berlandaskan keadilan dan demograsi. UGM mengingatkan pemerintah dan DPR agar membatalkan kebijakan – kebijakan yang tidak berpihak pada keadilan dan mengancam keberlangsungan demokrasi.

Ia juga meminta kepada mahasiswa khususnya mahasiswa UGM, seruan ini juga berisi ajakan untuk terus berperan aktif mengawal kondisi bangsa dengan cara konstruktif.

Rektor Ova, menilai mahasiswa sebagai agen perubahan memiliki tanggung jawab moral untuk menyuarakan keadilan sekaligus menjaga keselamatan diri.

UGM mendorong mahasiswa untuk menunjukan kepedulian terhadap kondisi bangsa, dengan cara yang konstruktif dan penuh kehati – hatian dalam setiap tindakan,” imbunya. (joni)

NATAL-ANDI-SUHAY-II

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *