https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg

Milad ke-4 BEO Bengkalis: “Pray for Sumatra” Bukan Sekadar Tema, Tapi Seruan Nurani

https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg

BENGKALISKompassindonesinews.comDi saat Sumatra masih bergulat dengan bencana dan penderitaan sosial, Bengkalis Event Organizer (BEO) memilih menolak euforia kosong. Pada Milad ke-4, BEO mengangkat “Pray for Sumatra” sebagai sikap moral: bahwa hiburan tanpa empati adalah kemewahan yang tidak pantas.

Perayaan ini berubah menjadi ruang perenungan. Doa bersama dan aksi sosial yang digelar bukan pelengkap acara, melainkan pesan utama. BEO menegaskan bahwa kreativitas tidak boleh berdiri di atas penderitaan, tetapi harus berpihak, bersuara, dan bergerak untuk kemanusiaan.

Ketua BEO, Muhammad Rahim atau Adek, menyampaikan bahwa tema Pray for Sumatra lahir dari kegelisahan kolektif melihat musibah yang terus berulang. Menurutnya, sudah saatnya komunitas kreatif berhenti hanya menjadi penonton dan mulai mengambil peran nyata, meski melalui langkah sederhana.

Kolaborasi dengan BAZNAS Kabupaten Bengkalis menjadi bukti bahwa kepedulian tidak cukup diucapkan. Bantuan disalurkan, doa dipanjatkan, dan pesan solidaritas dikirimkan: Sumatra tidak sendirian.

Milad ke-4 BEO Bengkalis menjadi pernyataan sikap bahwa panggung hiburan harus mampu berubah menjadi mimbar nurani. Melalui Pray for Sumatra, BEO mengingatkan bahwa di tengah krisis, yang paling dibutuhkan bukan sorak sorai, melainkan empati, keberanian, dan aksi nyata untuk sesama.

Penulis Harry

NATAL-ANDI-SUHAY-II

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *