https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg

Ketua Fraksi PKB DPRD Garut Luqi Saadilah Farindani Hadir dalam Pelantikan PC PMII Garut 2025–2026

https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg

Garut, Kompassindonesianews.com
Pelantikan Pimpinan Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Garut masa bakti 2025–2026 berjalan khidmat dan penuh semangat kebersamaan, dengan dihadiri oleh wakil Bupati drg.L.Putri Karlina,MBA., legislatif,, serta kader-kader mahasiswa.Di gedung Pendopo Garut pada Sabtu 20 Desember 2025.

Acara pelantikan yang digelar oleh PC PMII Garut dengan tema “Akselerasi Era Baru PMII Sebagai Kompas Gerakan Intelektual Dalam Mewujudkan Mimpi Garut Hebat” itu menjadi momentum strategis bagi organisasi Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia untuk memperkuat struktur kepengurusan dan meneguhkan nilai-nilai organisasi dalam kontribusinya terhadap pembangunan daerah dan kaderisasi pemimpin masa depan.

Ketua Cabang terpilih PMII periode 2025-2026 Adrian Hidayat menyampaikan bahwa Tema yang memang kita ambil adalah Akselerasi Era Baru PMII Sebagai Kompas Gerakan Intelektual Dalam Mewujudkan Mimpi Garut Hebat .Tetapi dalam pandangan kami,Garut Hebat ini masih menjadi mimpi untuk masyarakat, untuk pemerintah dan juga untuk mahasiswa Kabupaten Garut.
Oleh karena itu PMI hadir ke depan akan kemudian mencoba mewujudkan mimpi Garut Hebat ini menjadi benar-benar terjadi di Kabupaten Garut,”ungkapnya.

Salah satu tamu undangan yang hadir dalam kegiatan tersebut adalah Luqi Saadilah Farindani, S.E., yang saat ini menjabat sebagai Ketua Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di DPRD Kabupaten Garut sekaligus anggota DPRD periode 2024–2029 dan juga sebagai alumni dari PMII Garut.Kehadiran Luqi menunjukkan dukungan kuat dari kalangan legislatif terhadap kiprah organisasi mahasiswa dalam membentuk kader pemimpin dan memperkuat sinergi antara unsur pemerintah daerah dan generasi muda.

Dalam kesempatan tersebut, Luqi menyampaikan PMII (Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia) menjadi ruang belajar bagi mahasiswa karena berfungsi sebagai wadah pengembangan diri, intelektual, dan sosial. Di dalam PMII, mahasiswa tidak hanya belajar teori keislaman dan kebangsaan, tetapi juga mengasah kemampuan berpikir kritis, kepemimpinan, dan kepekaan sosial.

Melalui diskusi, pelatihan, kaderisasi, serta aksi sosial, PMII membantu mahasiswa memahami realitas masyarakat dan perannya sebagai agen perubahan. Organisasi ini juga menjadi tempat belajar nilai-nilai Ahlussunnah wal Jama’ah, demokrasi, toleransi, dan keadilan sosial, yang relevan untuk kehidupan akademik maupun kemasyarakatan.

Luqi berpesan kepada kepengurusan yang baru supaya konsisten menjaga ruh pergerakan dan nilai Ahlussunnah wal Jama’ah (Aswaja) sebagai identitas dan landasan ideologisnya. Konsistensi ini penting agar PMII tetap menjadi organisasi kader yang berpihak pada kemaslahatan umat, bangsa, dan nilai-nilai keislaman moderat.
Sebagai organisasi pergerakan, PMII dituntut peka terhadap persoalan sosial, ketidakadilan, dan dinamika kebangsaan, serta hadir dengan sikap kritis dan solutif.

(D Hendar)

NATAL-ANDI-SUHAY-II

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *