Bogor. Kompasindonesianews.com – Wakil Kabid Humas 1 DPP, Forum Wartawan Jaya Indonesia,( Fwji) Moh. Rudolf Mengucapkan Selamat AKBP Rio Wahyu Anggoro, S.H,.S.I.K,.M.H. kini resmi menjabat menjabat Kapolresta Bogor Kota menggantikan Kombes Eko Prasetyo yang dimutasi ke Bareskrim Polri.
Pergantian jabatan tersebut seperti tertuang dalam surat telegram Kapolri nomor ST/2781/В/XII/KEP./2025. Surat tersebut diterbitkan pada Senin, 15 Desember 2025, dan ditandatangani oleh Asisten Kapolri bidang SDM Irjen Anwar, atas nama Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
“Selamat kepada AKBP Rio Wahyu Anggoro, S.H,.S.I.K,.M.H. yang kini menjabat sebagai Kapolresta Bogor Kota.
Sukses selalu dan semoga menjadi pengayom masyarakat kota hujan,” ucap Rudolf, Senin (22/12/2025).
Rudolf sebelumnya ia sudah mengenal sosok AKBP Rio Wahyu Anggoro, S.H,.S.I.K,.M.H. yang dinilai memiliki karir baik dan ramah serta bersahabat kepada lintas kalangan masyarakat.
“Beliau semula Kapolres Bogor. Kemudian diangkat dalam jabatan baru sebagai Kepala Bagian Pengendalian Personel Biro Sumber Daya Manusia (Kabagdalpers RO SDM) Polda Metro Jaya, pada Juli 2025 lalu, “Ujar” wakil Kabid Humas 1 FwjIndonesia.
“Kami, Wakil Kabid Humas 1 FwjIndonesia mengucapkan selamat bertugas, Kapolresta Bogor Kota yang baru, AKBP Rio Wahyu Anggoro, S.H,.S.I.K, M.H,.,” tuntasnya.
Sebagai informasi, Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan Polri lakukan mutasi jabatan 1.086 perwira Polri.
Dalam surat telegram, Kapolresta Bogor terdahulu Kombes Eko Prasetyo diangkat sebagai Penyidik Tindak Pidana Madya Tingkat II Bareskrim Polri.
Dan, AKBP Rio Wahyu Anggoro, S.H,.S.I.K, M.H,. sebelumnya menjabat sebagai Kepala Bagian Pengendalian Personel (Kabagdalpers) Biro SDM Polda Metro Jaya menggantikannya.
Selamat dan sukses kepada AKBP Rio Wahyu Anggoro, S.H., S.I.K., M.H. atas pengangkatan sebagai Kapolresta Bogor Kota. Kami berharap di bawah kepemimpinan beliau,
Polresta Bogor Kota semakin presisi, humanis, dan responsif dalam menjaga keamanan serta ketertiban masyarakat,”. Rudolf












