https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg

Kolaborasi Epic Camat Bersama Pengusaha Sawit, Waway Karya Resmi Bangun Tugu Iconic Berlambang Sawit Secara Swadaya

https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg

Lampung Timur, Kompassindonesianews – Pengabdian dan keperdulian Camat Waway Karya, Kabupaten Lampung Timur, H. Samsul Bahri, S.H., terhadap masyarakat Waway Karya rupanya tak berhenti di skala kepemimpinan dan perbaikan jalan saja, sebutan Tokoh Penggerak Pembangunan kembali ia buktikan di era akhir masa kepemimpinannya.

Bagaimana tidak, gemuruh suara burung yang berbunyi “Lampung Timur sedang Efisiensi Anggaran” rupanya tak jua menyurutkan tekad dan keinginannya membangun wilayah tertinggal dan memberikan kontribusi terbaiknya kepada masyarakat dibawah kepemimpinannya.

Hal tersebut ia buktikan, setelah Kantor Kecamatan Waway Karya yang sebelumnya kumuh dibawah kepemimpinan para pemimpin lalu ia benahi secara perlahan, beberapa titik krusial jalanan berlubang ia perbaiki dengan cara menggandeng para pengusaha dan pihak Desa se-Kecamatan menggunakan kocek pribadi, kini H. Samsul Bahri kembali membuat gebrakan yang tidak pernah terfikirkan oleh banyak pihak.

Guna meningkatkan dan memperkenalkan Waway Karya ke kancah Nasional, H. Samsul Bahri kembali mengajak dan merangkul para pengusaha sawit, pihak Desa Se-Kecamatan, Tokoh Masyarakat, berserta Forkopimcam Kecamatan untuk bersama-sama secara Swadaya membangun Lambang Iconic Tugu Berlambangkan Sawit serta menetapkan Slogan baru untuk Waway Karya dengan sebutan “Waway Karya Bersawit”.

“saya berharap, dengan apa yang telah saya perbuat setelah usai masa bakti saya kelak, Waway Karya akan mampu menjadi wilayah yang maju, dan memiliki ciri khasnya sendiri. Untuk kegiatan ini, kita gerakkan sendiri, tanpa menggunakan anggaran dari pemerintah, Kecamatan maupun dana dari pihak Desa. Ini murni swadaya, bahkan saya secara pribadi dan rekan-rekan pengusaha menggunakan kocek dari kantong sendiri,” ungkap H. Samsul Bahri sebagai Tokoh Penggiat Pembangunan di Waway Karya.

Kerjasama dari semua pihak tentunya menjadi togak utama keberhasilan dalam pelaksanaan kegiatan tersebut, tegas Camat Waway Karya, H. Samsul Bahri kepada Kompassindonesianews.
“Tentu semua itu tak lepas dari bantuan dan kerjasama semua pihak dalam pelaksanaannya. Baik staf Kecamatan, Desa, para relawan serta segenap jajaran Forkopimcam yang turut andil dalam pelaksaan kegiatan yang akan dilakukan nantinya,” tegasnya.

Hal tersebut tentunya bukan serta merta keputusan sepihak, melainkan telah dirapatkan dan dimusyawarahkan secara bersama-sama, mengingat sekitar 75% tanaman yang bersifat permanen diwilayah setempat merupakan tanaman sawit serta menjadi salah satu wilayah dengan roda ekonomi penghasil sawit terbanyak. Keputusan tersebut telah Ikrah pada Selasa, 3 Februari 2026 di Aula Kantor Kecamatan Waway Karya, Kabupaten Lampung Timur.

Keputusan tersebut turut diapresiasi dan didukung sepenuhnya oleh salah satu tokoh senior di Waway Karya yakni Drs. M. Saleh yang juga pernah menjabat sebagai Camat Waway Karya periode 2004-2006 lalu, selain itu salah satu pengusaha sawit ternama, Carem turut mendukung rencana pembangunan yang dilakukan oleh Camat guna kemajuan wilayah Waway Karya, Kabupaten Lampung Timur.

“Saya sangat mengapresiasi hal ini, dan saya bangga jika Waway Karya ini mampu mandiri, kita tidak selamanya harus bergantung pada Pemda. Dengan adanya ini Waway Karya membuktikan, dibawah kepemimpinan yang tepat, wilayah itu akan maju dan mempunyai jati dirinya sendiri,” tutur Drs. M Saleh dalam sambutannya.

Dari H. Samsul Bahri kita belajar, kebijakan bukan hanya tentang pengalokasian Anggaran besar namun tak sesuai, ditengah suara sumbang “Efisiensi Anggaran” Waway Karya membuktikan, dengan alokasi dana anggaran yang seminimal mungkin dari swadaya masyarakat mampu menciptakan suatu hasil dan karya epic yang akan menjadi bukti sejarah dalam pembangunan. Tidak ada KORUPSI dalam pengadaan, tidak juga ada Fee dimuka dalam pengadaan projek swadaya yang hanya akan menguntungkan sebagian pihak namun hasil tak sesuai, Gerakan Swadaya ini menjunjung tinggi keterbukaan dan pemaksimalan hasil dalam pembangunan.

Waway Karya, wilayah pedalaman di Kabupaten Lampung Timur bagian tenggara sekali lagi membuktikan, wilayah yang selama ini hanya dijadikan target pembangunan projek siluman oleh para bandit-bandit pemangku kepentingan demi meraup keuntungan pribadi, mampu menciptakan dan menorehkan pembangunan yang berkualitas dengan tangan-tangan yang tepat, bukan tangan-tangan kotor yang notabenenya bermodal kedekatan dengan para oknum pejabat korup yang ada.

Sekali lagi, sejarah Lampung Timur mencatat dan membuktikan disektor pembangunan, bukan tentang apa yang selalu dijanjikan bak seperti kicau burung di hari senja, namun tentang bagaimana cara memberikan langkah solusi nyata dalam kehidupan. Bukan sekedar pengakuan dan janji belaka yang diharapkan, namun perlakuan dan bukti nyata lebih dibutuhkan oleh masyarakat Lampung Timur saat ini.
#Andi Selagai

NATAL-ANDI-SUHAY-II

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *